Grebeg Perlinsos Di Kecamatan Banjar
DinsosHadir_GCT
Singaraja, 15 Juli 2026
Kepala Dinas Sosial P3A Kabupaten Buleleng, I Putu Kariaman Putra, S.Sos., M.M., terus mengawal pelaksanaan Grebeg Perlinsos sebagai bagian dari percepatan Digitalisasi Bantuan Sosial di Kabupaten Buleleng. Setelah menyasar sejumlah kecamatan, kegiatan kini berlanjut di Desa se-Kecamatan Banjar sebagai upaya mempercepat pemutakhiran data kesejahteraan sosial melalui verifikasi dan validasi data masyarakat secara langsung di lapangan.
Pelaksanaan Grebeg Perlinsos di Kecamatan Banjar melibatkan pemerintah desa, Pendamping PKH, SDM Dinas Sosial selaku Agen Perlinsos, serta berbagai unsur terkait yang secara bersama-sama memberikan pelayanan kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pengecekan, pemutakhiran, dan verifikasi data sehingga informasi yang tersimpan dalam sistem benar-benar sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
Mewakili pemerintah desa di Kecamatan Banjar, para Perbekel menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Dinas Sosial P3A Kabupaten Buleleng atas pelaksanaan Grebeg Perlinsos yang dinilai sangat membantu desa dalam memperoleh data masyarakat yang lebih valid dan akurat. Para Perbekel berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga proses penyaluran bantuan sosial ke depan semakin tepat sasaran dan mampu menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan Gerebeg Perlinsos yang terus digencarkan oleh Dinas Sosial P3A Kabupaten Buleleng. Menurutnya, percepatan digitalisasi bantuan sosial merupakan langkah strategis Pemerintah Kabupaten Buleleng dalam mewujudkan tata kelola perlindungan sosial yang lebih akurat, transparan, dan tepat sasaran. "Saya mengapresiasi kerja keras seluruh jajaran Dinas Sosial P3A, pemerintah desa, pendamping PKH, Agen Perlinsos, serta seluruh pihak yang telah bersinergi menyukseskan Gerebeg Perlinsos. Melalui pemutakhiran data secara langsung di lapangan, kita berharap tidak ada lagi masyarakat yang berhak namun belum terdata, sehingga seluruh program bantuan sosial benar-benar dapat diterima oleh warga yang membutuhkan. Mari kita jaga semangat kolaborasi ini demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Buleleng," ujar Wakil Bupati Buleleng.
Antusiasme masyarakat dalam mengikuti kegiatan ini sangat tinggi. Sebanyak 2.851 warga hadir, dikunjungi, dan berhasil didaftarkan dalam proses percepatan digitalisasi bantuan sosial. Berdasarkan hasil verifikasi sementara, 714 orang berpotensi layak menerima Program BPNT dan PKH, 590 orang berpotensi layak menerima BPNT namun tidak layak PKH, 688 orang dinyatakan tidak layak menerima BPNT maupun PKH karena tidak memiliki komponen PKH, berada pada desil di atas ketentuan, memiliki kendaraan roda empat, maupun terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, sedangkan 859 orang masih menunggu proses verifikasi lanjutan.
Adapun progres percepatan Perlinsos Digitalisasi Bantuan Sosial per hari ini sejumlah 39.912 orang atau 14,82 % dari cakupan sasaran 269.323 KK se Kabupaten Buleleng
Salah seorang warga yang mengikuti proses registrasi juga menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia berharap program Grebeg Perlinsos terus dilaksanakan karena memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memastikan data mereka sudah benar, sehingga apabila memenuhi persyaratan dapat memperoleh bantuan sosial sesuai ketentuan yang berlaku.
Pelaksanaan Grebeg Perlinsos dilaksanakan di 17 desa di Kecamatan Banjar, yaitu Desa Banjar, Banjar Tegeha, Banyuseri, Cempaga, Dencarik, Gesing, Gobleg, Kaliasem, Kayuputih, Munduk, Pedawa, Sidetapa, Tampekan, Tigawasa, Tirtasari, Temukus, dan Desa Banyuatis.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, pendamping sosial, Agen Perlinsos, dan masyarakat, diharapkan terwujud data kesejahteraan sosial yang semakin berkualitas sebagai dasar penyaluran bantuan sosial yang adil, transparan, dan tepat sasaran bagi seluruh masyarakat Kabupaten Buleleng.