Jual Rumah Demi Obati Istri Dan Anak, Dinsos Hadir Untuk Harapan Baru
#Dinsos_HadirGCT
Singaraja | Rabu, 23 September 2026
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Buleleng, I Putu Kariaman Putra, turun langsung melakukan kunjungan sosial ke rumah Kadek Nariasa, warga kurang beruntung asal Banjar Dinas Kanginan, Desa Menyali, Kecamatan Sawan, Buleleng.
Kunjungan tersebut dilakukan setelah pihaknya menerima laporan bahwa keluarga tersebut hidup dalam kondisi memprihatinkan. Kadek Nariasa tercatat berada pada Desil 5 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dan selama ini berjuang merawat istri dan anaknya yang sakit di tengah keterbatasan ekonomi.
Diketahui, istri Kadek Nariasa telah menderita sakit saraf kejepit selama 9 tahun terakhir dan tidak bisa beraktivitas normal. Sementara anaknya mengalami kondisi gizi buruk yang membutuhkan perawatan intensif.
Akibat himpitan ekonomi dan besarnya biaya pengobatan, Kadek Nariasa terpaksa menjual seluruh harta bendanya, termasuk rumah tempat tinggalnya. Kini, ia bersama istri dan anaknya terpaksa menumpang tinggal di sebuah rumah sederhana yang berdiri di atas lahan milik seorang teman di Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan.
"Kami hadir langsung untuk melihat kondisi Bapak Kadek Nariasa. Kondisi beliau sangat memprihatinkan. Istri sakit saraf kejepit 9 tahun, anak gizi buruk, dan rumah pun sudah dijual untuk biaya berobat. Saat ini mereka tinggal di lahan milik teman di Bungkulan. Ini menjadi atensi serius kami," ujar Kariaman Putra di sela kunjungan.
Pihaknya menegaskan, Dinsos PPPA Buleleng akan segera melakukan koordinasi lintas sektor untuk penanganan keluarga Kadek Nariasa. " Langkah awal kami akan melakukan pendalaman DTSEN-nya, agar desilnya bisa disesuaikan dengan kondisi riil. Kami juga akan koordinasikan dengan Dinas Kesehatan untuk penanganan medis istri dan anaknya, serta dengan pihak desa dan kecamatan untuk bantuan tempat tinggal layak, apakah bisa diintervensi melalui bedah rumah atau bantuan lainnya," jelasnya.
Kadissos Kariaman Putra juga mengajak masyarakat untuk bergotong-royong dan melaporkan warga yang membutuhkan di sekitarnya agar tidak ada warga Buleleng yang luput dari perhatian pemerintah.
Dikonfirmasi terpisah, Perangkat Desa Menyali membenarkan kondisi Kadek Nariasa merupakan warganya yang sebelumnya tinggal di Banjar Dinas Kanginan, namun karna rumah yang sebelumnya ditempati telah dijual dan terlebih setelah satahun terakhir yang bersangkutan tinggal di Desa Bungkulan, pihak desa pun kesulitan untuk mengetahui kondisi keluarga Kadek Nariasa. lebih lanjut Ia mengucapkan terimakasih atas atensi dan hadirnya Kadis Kariaman terhadap warganya.
Sementara itu, Kadek Nariasa dengan mata berkaca-kaca mengucapkan terima kasih atas perhatian dari pemerintah Kabupaten Buleleng."Terima kasih banyak Bapak Kadis sudah mau datang melihat kami. Tiang sudah bingung, rumah sudah tidak punya, semua sudah terjual untuk berobat. Harapan tiang istri dan anak tiang bisa sembuh," ucapnya lirih.
Kisah Kadek Nariasa menjadi potret nyata ketabahan seorang kepala keluarga yang tetap bertahan merawat keluarganya di tengah keterbatasan. Kehadiran pemerintah diharapkan mampu menjadi titik balik bagi keluarga tersebut untuk bangkit dari keterpurukan.
Tak berhenti disitu, setelah memberikan semangat dan dukungan moril untuk Kadek Nariasa dan keluarga, Kadissos Kariaman Putra melanjutkan kunjungan ke Desa Anturan ke kost sederhana yang ditempati Furi Handayani Perempuan (36 tahun) asal Desa Wonorejo, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, Jawa Timur yang kini alami sakit kronis tanpa keluarga. Sehari-hari Furi Handayani dibantu dan dirawat oleh tetangga kost yang merasa kasihan akan kondisinya. Selanjutnya Dinsos PPPA akan fasilitasi pengembalian Yang bersangkutan ke daerah asalnya.
#DinsosHadir_GCT
#Bulelengerabaru
#BulelengPaten
#BestieBuleleng