Optimalisasi Percepatan Perlinsos melalui media siaran Radio
#DinsosHadir_GCT
Singaraja, 18 Agustus 2026
Pemerintah Kabupaten Buleleng terus memperkuat komitmen dalam mengoptimalkan perlindungan sosial (Perlinsos) melalui percepatan digitalisasi bantuan sosial. Upaya tersebut kembali ditegaskan oleh Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Buleleng, I Putu Kariaman Putra, S. Sos. MM, dalam kegiatan Dialog Interaktif Geliat Buleleng dengan topik “Pemerintah Kabupaten Buleleng Optimalisasi Perlinsos” yang berlangsung di Radio Singaraja FM, Selasa (18/8/2026).
Dalam dialog tersebut, Kadis Sosial PPPA Buleleng I Putu Kariaman Putra, S. Sos. MM, menyampaikan berbagai upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Buleleng dalam mempercepat pendataan dan pemutakhiran data masyarakat melalui Portal Perlinsos. Digitalisasi ini diharapkan mampu mewujudkan data perlindungan sosial yang lebih akurat, terintegrasi dan sesuai dengan kondisi riil masyarakat, sehingga program bantuan sosial dapat diberikan secara lebih tepat sasaran.
Usai mengikuti dialog interaktif, Kadis Sosial PPPA Buleleng melanjutkan kegiatan dengan melakukan monitoring pelaksanaan digitalisasi bansos melalui Portal Perlinsos di wilayah RSUD Kabupaten Buleleng. Monitoring dilakukan untuk memastikan proses pendaftaran dan pendataan masyarakat berjalan sesuai dengan mekanisme yang telah ditetapkan sekaligus melihat secara langsung perkembangan pelaksanaan piloting digitalisasi bansos di Kabupaten Buleleng.
Pada hari yang sama, percepatan Perlinsos dilaksanakan oleh SDM Dinsos PPPA selaku Agen Perlinsos di sejumlah lokasi, yakni RSUD Kabupaten Buleleng, Kelurahan Banyuasri, Undiksha dan RS Kerta Usada. Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan piloting digitalisasi bansos di Kabupaten Buleleng.
Berdasarkan hasil kegiatan per hari ini, sebanyak 117 orang telah dikunjungi dan didaftarkan melalui Portal Perlinsos. Dari jumlah tersebut, sebanyak 12 orang berpotensi layak menerima Program BPNT dan PKH, 28 orang berpotensi layak BPNT namun tidak layak PKH, 62 orang tidak layak BPNT maupun PKH karena beberapa faktor seperti tidak memiliki komponen PKH, desil melebihi ketentuan, memiliki kendaraan roda empat, terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan maupun berstatus ASN, sedangkan 15 orang masih menunggu hasil.
Dengan adanya pendataan secara digital dan verifikasi kondisi masyarakat, Pemerintah Kabupaten Buleleng terus mendorong agar data penerima manfaat benar-benar menggambarkan kondisi sosial ekonomi masyarakat di lapangan.
Sementara itu, progres percepatan Perlinsos Digitalisasi Bantuan Sosial hingga hari ini telah mencapai 171.715 orang atau 63,76 persen dari total cakupan sasaran sebanyak 269.323 KK se-Kabupaten Buleleng.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, SDM Dinsos PPPA selaku Agen Perlinsos, perangkat desa/kelurahan serta masyarakat, percepatan digitalisasi Perlinsos diharapkan dapat terus ditingkatkan sehingga perlindungan dan bantuan sosial di Kabupaten Buleleng semakin tepat sasaran, transparan, akurat dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
#DinsosHadir_GCT
#BulelengEraBaru
#BulelengPaten
#BestieBuleleng