Dorong Perempuan Berdaya: Sinergi Lintas Sektor Bekali 20 Perempuan Lapas Singaraja Keterampilan Sanggul dan Make Up
Singaraja, 23 September 2026
#DinsosHadir_GCT
Di balik tingginya tembok dan rapatnya jeruji besi, secercah harapan untuk merajut masa depan yang lebih baik terus dihidupkan. Sebanyak 20 perempuan warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Singaraja tampak antusias mengikuti pelatihan penataan sanggul dan tata rias wajah pada hari Rabu (23/9/2026) yang diselenggarakan di Aula. Pelatihan ini lahir dari kepedulian dan sinergi lintas sektor yang kuat, melibatkan kolaborasi antara Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (Puspa) Provinsi Bali, Forum Puspa Kabupaten Buleleng, serta Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) di Tingkat Provinsi Bali dan Kabupaten Buleleng.
Acara pembukaan berlangsung hangat dan dihadiri langsung oleh sejumlah pemangku kepentingan. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Lapas Kelas IIB Singaraja bersama Kepala Dinas Sosial P3A Kabupaten Buleleng, Perwakilan Forum Puspa Provinsi Bali, dan Kepala Bidang PPHP Dinas Sosial P3A Provinsi Bali. Kehadiran pemangku kebijakan ini menegaskan komitmen bersama bahwa pembinaan di dalam lapas harus menyentuh aspek kesiapan mental dan keterampilan kerja.
Kepala Lapas Kelas IIB Singaraja, Iskandar Djamil, menyampaikan apresiasi mendalam atas kolaborasi yang terbangun. Ia menaruh harapan besar agar sinergi ini tidak berhenti pada satu titik saja.
"Kami sangat berharap pelatihan ini dapat terus berkelanjutan. Kegiatan ini sangat positif dalam memperkuat pemberdayaan perempuan warga binaan kita. Ini adalah bekal berharga yang akan mendorong mereka untuk bisa berkontribusi positif kepada masyarakat setelah keluar dari lapas nantinya," ungkap Iskandar dengan penuh optimisme.
Bagi ke-20 perempuan yang menjadi peserta, pelatihan ini diharapkan dapat menjadi modal sosial dan ekonomi yang krusial. Ketika masa pembinaan mereka selesai dan mereka kembali ke tengah masyarakat, keterampilan ini dapat langsung diaplikasikan untuk membuka usaha salon mandiri atau bekerja di industri kecantikan.
Manfaat ini langsung dirasakan oleh para peserta. Vina dan Dewi, dua orang warga binaan yang mengikuti pelatihan ini, keduanya menuturkan bahwa keterampilan yang diajarkan sangat aplikatif untuk kehidupan sehari-hari, terlebih dalam rutinitas masyarakat Bali.
"Kami sangat berterima kasih atas adanya pelatihan ini. Senang sekali rasanya, sekarang kami jadi bisa melakukan make-up dan menata sanggul sendiri. Apalagi di Bali kan akan ada banyak sekali kegiatan dan upacara adat, jadi ke depannya kami bisa lebih mandiri tanpa perlu repot atau keluar biaya lagi untuk pergi ke salon," tutur Vina dan Dewi bergantian, diiringi senyum penuh percaya diri.
Pelatihan tata rias dan sanggul ini menjadi bagian dari upaya sinergi berkelanjutan dalam mengoptimalkan program pembinaan perempuan di Lapas Singaraja. Berbekal keterampilan tersebut, para warga binaan diharapkan mampu menciptakan kemandirian dan peluang usaha saat mereka kembali berbaur di masyarakat.
#DinsosHadir_GCT
#Bulelengerabaru
#Bulelengpaten
#BestieBuleleng