Dekatkan Layanan, Dinsos P3A Sasar Warga di Ruang Publik
#DinsosHadir_GCT
Singaraja, 6 September 2026
Upaya mempercepat perlindungan sosial (Perlinsos) berbasis digital terus digenjot Pemerintah Kabupaten Buleleng. Tidak hanya mengandalkan layanan di kantor, Dinas Sosial P3A Buleleng kini mendekatkan pelayanan langsung kepada masyarakat melalui ruang-ruang publik.
Langkah tersebut terlihat pada Minggu (6/9), ketika petugas Dinas Sosial P3A Buleleng membuka layanan pendaftaran dan pemutakhiran data Perlinsos di Taman Bung Karno dan Car Free Day (CFD) Taman Kota Singaraja.
Masyarakat yang datang mendapat pendampingan dari SDM Dinas Sosial P3A selaku Agen Perlinsos, mulai dari proses pendaftaran hingga pengecekan status kepesertaan bantuan sosial.
Di Taman Bung Karno, sebanyak 18 warga mengajukan pendaftaran. Hasilnya, satu orang dinyatakan layak menerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), 14 orang belum memenuhi kriteria karena faktor desil, status sebagai PNS, maupun kepemilikan kendaraan roda empat, sedangkan tiga orang lainnya masih menunggu proses verifikasi.
Sementara di CFD Taman Kota Singaraja, layanan Perlinsos diikuti 53 warga. Dari jumlah tersebut, tiga orang berpotensi layak menerima BPNT, 49 orang belum memenuhi kriteria BPNT maupun PKH, dan satu orang masih menunggu hasil verifikasi.
Kepala Dinas Sosial P3A Kabupaten Buleleng, I Putu Kariaman Putra, mengatakan pelayanan di ruang publik merupakan bagian dari strategi jemput bola untuk memastikan masyarakat mendapatkan akses informasi dan layanan Perlinsos dengan lebih mudah.
“Kami ingin pelayanan Perlinsos semakin dekat dengan masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, masyarakat bisa langsung mengecek dan memperbarui data sosial ekonominya sehingga bantuan yang diberikan benar-benar sesuai kondisi dan tepat sasaran,” ujar Kariaman.
Menurutnya, akurasi data menjadi salah satu kunci penting dalam penyaluran bantuan sosial. Dari pendampingan yang dilakukan, sebagian besar masyarakat yang datang ternyata telah terdaftar melalui desa atau kelurahan masing-masing.
Namun, masih ditemukan warga yang belum dapat diproses secara optimal lantaran tidak membawa dokumen identitas kependudukan yang diperlukan.
Kariaman menegaskan, masyarakat perlu aktif memastikan data sosial ekonominya tetap sesuai dengan kondisi terkini.
“Data harus terus diperbarui dan diverifikasi. Jangan sampai kondisi masyarakat sudah berubah, tetapi datanya masih menggunakan kondisi lama. Karena itu, kami mendorong masyarakat memanfaatkan layanan yang tersedia untuk memastikan datanya benar,” tegasnya.
Hingga Minggu (6/9), progres percepatan Perlinsos melalui digitalisasi bantuan sosial di Kabupaten Buleleng telah mencapai 173.791 orang atau 64,53 persen dari total cakupan sasaran sebanyak 269.323 KK.
Dinas Sosial P3A Buleleng pun terus mendorong percepatan pemutakhiran data agar program perlindungan sosial semakin akurat, transparan, dan tepat sasaran.
Dengan pola pelayanan jemput bola hingga ke ruang publik, pemerintah berharap tidak ada masyarakat yang kesulitan mengakses informasi maupun layanan Perlinsos hanya karena keterbatasan akses pelayanan.
#DinsosHadir_GCT
#BulelengEraBaru
#BulelengPaten
#BestieBuleleng