Gencarkan Gerakan Peduli Tetangga, 92 Warga di Data Perlinsos
#DinsosHadir_GCT
Buleleng, 10 September 2026
Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Buleleng terus mempercepat pelaksanaan Perlindungan Sosial (Perlinsos) melalui Digitalisasi Bantuan Sosial (Bansos) sebagai tindak lanjut kegiatan piloting di Kabupaten Buleleng.
Pada Kamis (10/9/2026), SDM Dinsos P3A selaku Agen Perlinsos turun langsung melakukan pendataan dan pendaftaran warga di RSUD, Puskesmas 1, Puskesmas 2, Puskesmas 3, Rumah Sakit Kertha Usada, Rumah Sakit Karya Dharma Usada, Desa Depaha, dan Undiksha.
Sebanyak 92 warga berhasil didata. Hasil sementara menunjukkan 2 orang berpotensi layak BPNT dan PKH, 22 orang berpotensi layak BPNT namun tidak layak PKH, 64 orang tidak layak BPNT maupun PKH, serta 4 orang masih menunggu hasil. Ketidaklayakan antara lain disebabkan tidak memiliki komponen PKH, desil melebihi ketentuan, memiliki kendaraan roda empat, terdaftar BPJS Ketenagakerjaan, dan berstatus ASN.
Kepala Dinas Sosial P3A Provinsi Bali dr. Anak Agung Sagung Mas Dwipayani, M.Kes. menyampaikan bahwa pelaksanaan Perlinsos Digitalisasi Bansos merupakan langkah penting dalam memperkuat akurasi data dan memastikan program bantuan sosial diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan, “Kami berharap melalui Digitalisasi Bansos ini, pendataan masyarakat dapat semakin akurat dan terus diperbarui sesuai kondisi di lapangan. Kolaborasi antara pemerintah provinsi, kabupaten, desa/kelurahan, serta masyarakat sangat penting agar perlindungan sosial dapat berjalan lebih tepat sasaran, transparan, dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinsos P3A Kabupaten Buleleng, I Putu Kariaman Putra, S.Sos., MM., mengatakan pihaknya akan terus melakukan percepatan melalui pola jemput bola dengan mengoptimalkan Agen Perlinsos, “Kami terus bergerak turun ke lapangan untuk mempercepat pendataan dan memastikan data perlindungan sosial semakin akurat. Dengan Digitalisasi Bansos, kami berharap bantuan sosial dapat diberikan secara lebih tepat sasaran kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” ujarnya Kariaman
Ke depan, melalui pelaksanaan Perlinsos Digitalisasi Bansos di Kabupaten Buleleng, diharapkan data masyarakat semakin akurat, transparan, dan selalu diperbarui sesuai kondisi riil di lapangan. Selain itu, kolaborasi antara pemerintah, desa/kelurahan, serta masyarakat diharapkan semakin kuat sehingga program perlindungan sosial dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Hingga 10 September 2026, progres Digitalisasi Bansos Kabupaten Buleleng telah mencapai 174.034 orang atau 64,62 persen dari total sasaran 269.323 KK se-Kabupaten Buleleng. Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Dinsos P3A berkomitmen untuk terus bergerak memperluas cakupan pendataan dan mempercepat terwujudnya Perlinsos yang tepat sasaran, berkeadilan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
#DinsosHadir_GCT
#BulelengEraBaru
#BulelengPaten
#BestieBuleleng