Perlinsos untuk solusi warga belum beruntung
#DinsosP3A_GCT
Singaraja, 11 Agustus 2026
Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) terus menggencarkan percepatan digitalisasi Perlindungan Sosial (Perlinsos) guna memastikan bantuan sosial tersalurkan secara lebih tepat sasaran, cepat, dan akuntabel.
Kepala Dinsos P3A Kabupaten Buleleng I Putu Kariaman Putra, S.Sos., M.M. turut turun langsung ke lapangan untuk mengawal proses digitalisasi Perlinsos yang telah berlangsung sejak 3 Juni 2026. Selain melakukan pendataan, kegiatan juga dirangkaikan dengan home visit kepada warga yang membutuhkan perhatian dan dukungan sosial.
Dalam kunjungan tersebut, Kadis Sosial menyambangi Komang Andra, penyandang disabilitas yatim piatu di Dusun Yeh Anakan, dan menyerahkan bantuan sembako untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar keluarga. Selanjutnya, di Desa Gerokgak, tim mengunjungi Kadek Sumitri, warga yang mengalami sakit kronis dan berdasarkan hasil digitalisasi Perlinsos berpotensi menerima BPNT serta tercatat sebagai peserta PKH dan KIS. Bantuan sembako dan pampers turut diberikan untuk meringankan kebutuhan selama masa perawatan.
Suami Kadek Sumitri, Putu Sedana, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah. “Atas nama keluarga, kami mengucapkan terima kasih kepada Dinsos P3A Buleleng atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Sangat membantu kami,” ujarnya.
Kunjungan kemudian dilanjutkan kepada Ketut Dastra, warga Gerokgak yang sedang menjalani pemulihan akibat patah tulang paha karena kecelakaan. Bantuan sembako diberikan sebagai bentuk dukungan pemerintah kepada warga yang tengah menghadapi kondisi sosial dan kesehatan.
Di sisi lain, percepatan digitalisasi Perlinsos juga terus dilakukan melalui pendataan langsung oleh SDM Dinsos P3A selaku Agen Perlinsos. Pada hari yang sama, petugas menyasar warga di RSUD, sekitar Jalan Gatot Kaca, Jalan Yudistira, Jalan Bisma, Banyuning, Pasar Anyar, dan Pasar Banyuasri. Sebanyak 104 orang berhasil dikunjungi dan didaftarkan, dengan hasil 2 orang berpotensi layak BPNT dan PKH, 14 orang berpotensi layak BPNT, 87 orang tidak berpotensi layak BPNT maupun PKH, dan 1 orang masih menunggu hasil verifikasi.
Hingga 11 Agustus 2026, progres percepatan Perlinsos Digitalisasi Bantuan Sosial di Kabupaten Buleleng telah mencapai 170.005 orang atau 63,12 persen dari cakupan sasaran 269.323 KK se-Kabupaten Buleleng.
I Putu Kariaman Putra, S. Sos. MM, menegaskan bahwa digitalisasi Perlinsos menjadi langkah penting dalam memastikan data masyarakat terus dimutakhirkan sesuai kondisi riil di lapangan, “Kami ingin memastikan tidak ada warga yang terlewat. Dengan turun langsung dan data yang valid, bantuan bisa sampai kepada orang yang benar-benar membutuhkan,” tegasnya.
Melalui sinergi Dinsos P3A, pemerintah desa, pendamping sosial, Agen Perlinsos, dan masyarakat, Pemkab Buleleng terus berkomitmen menghadirkan perlindungan sosial yang lebih tepat sasaran, responsif, dan berkeadilan.
#DinsosP3A_GCT
#BulelengEraBaru
#BulelengPaten
#BestieBuleleng