(0362)21248
dinsospppa@bulelengkab.go.id
Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak
Agenda Dinsospppa
Tanggal Agenda : 13 Juli 2026
Isi Agenda : Perkuat Sinergi Lintas Sektor dalam Percepatan Digitalisasi Bantuan Sosial #DinsosHadir_GCT Singaraja, 13 Juli 2026 Dalam rangka mempercepat implementasi Program Digitalisasi Bantuan Sosial (Bansos) di Kabupaten Buleleng, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Buleleng menggelar Rapat Percepatan Digitalisasi Bantuan Sosial secara daring melalui Zoom Meeting pada Senin (13/7/2026). Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Sosial P3A Kabupaten Buleleng, I Putu Kariaman Putra, S.Sos., M.M., didampingi Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos), Yayan Sutrisna, S.Sos., beserta staf yang membidangi pelaksanaan digitalisasi bantuan sosial. Rapat diikuti oleh seluruh Perbekel/Lurah se-Kabupaten Buleleng, serta melibatkan lintas sektor, yakni Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng beserta koordinator wilayah kecamatan, guru dan tenaga pendidik, serta Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng yang menghadirkan kepala rumah sakit, kepala puskesmas, dan tenaga kesehatan. Pelibatan berbagai unsur ini merupakan bentuk sinergi dalam mendukung percepatan pendataan dan implementasi program digitalisasi bantuan sosial di Kabupaten Buleleng. Dalam sambutannya, Kepala Dinas Sosial P3A Kabupaten Buleleng menyampaikan bahwa digitalisasi bantuan sosial merupakan langkah strategis untuk mewujudkan sistem perlindungan sosial yang lebih modern, akurat, transparan, dan tepat sasaran. Keberhasilan program ini membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah desa dan kelurahan, hingga sektor pendidikan dan kesehatan yang memiliki peran penting dalam memberikan informasi serta pendampingan kepada masyarakat. Dalam arahannya, Kepala Dinas Sosial P3A Kabupaten Buleleng I Putu Kariaman Putra, S. Sos. MM, menegaskan bahwa sasaran Program Digitalisasi Bantuan Sosial bukan hanya masyarakat penerima bantuan sosial (KPM), melainkan seluruh masyarakat Kabupaten Buleleng. Setiap warga didorong untuk didaftarkan ke Portal Perlinsos guna dilakukan pengecekan Nomor Induk Kependudukan (NIK), sehingga seluruh masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk mengetahui status kelayakan terhadap program perlindungan sosial berdasarkan data yang valid dan terintegrasi. Lebih lanjut disampaikan bahwa Agen Perlinsos dapat melakukan pendaftaran masyarakat di luar jam kerja sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat. Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi, diharapkan seluruh warga Kabupaten Buleleng dapat segera terdaftar pada Portal Perlinsos sehingga proses validasi data sosial dapat diselesaikan lebih cepat. Pada kesempatan tersebut juga disampaikan evaluasi pelaksanaan uji coba digitalisasi bansos yang telah dilaksanakan di sejumlah kecamatan, sekaligus membahas strategi percepatan pelaksanaan di seluruh wilayah Kabupaten Buleleng. Kepala Bidang Linjamsos bersama tim memberikan penjelasan mengenai tahapan pelaksanaan, mekanisme pendampingan masyarakat, serta langkah-langkah yang perlu dilakukan oleh setiap instansi agar proses pendataan berjalan optimal. Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab secara interaktif melalui Zoom Meeting. Para peserta dari pemerintah desa dan kelurahan, sektor pendidikan, serta sektor kesehatan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai pertanyaan, kendala, dan masukan terkait pelaksanaan pendataan di lapangan. Seluruh pertanyaan dijawab secara langsung oleh Kepala Dinas, Kepala Bidang Linjamsos, dan tim teknis, sehingga diharapkan terdapat kesamaan pemahaman dalam pelaksanaan Program Digitalisasi Bantuan Sosial di seluruh wilayah Kabupaten Buleleng. Pada akhir rapat, Kepala Dinas kembali menegaskan bahwa setiap kegiatan Digitalisasi Perlinsos yang dilaksanakan di lapangan wajib didokumentasikan dan dilaporkan hasilnya secara berkala sebagai bahan monitoring dan evaluasi. Laporan tersebut menjadi dasar untuk mengukur capaian setiap desa, kelurahan, maupun instansi yang terlibat, sehingga target percepatan digitalisasi bantuan sosial dapat tercapai sesuai rencana. Melalui sinergi pemerintah daerah, pemerintah desa dan kelurahan, sektor pendidikan, sektor kesehatan, serta Agen Perlinsos, Pemerintah Kabupaten Buleleng optimistis Program Digitalisasi Bantuan Sosial dapat berjalan lebih cepat, tepat sasaran, transparan, dan akuntabel, sehingga mampu memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi seluruh masyarakat Kabupaten Buleleng. #DinsosHadir_GCT #BulelengEraBaru #BulelengPaten #BestieBuleleng
Tanggal Agenda : 12 Juli 2026
Isi Agenda : Percepatan Perluasan Digitalisasi Bansos di Pengajian Al-Ikhlas Seririt Singaraja, 12 Juli 2026 #DinsosHadir_GCT Sebagai upaya memastikan bantuan sosial tersalurkan dengan tepat sasaran, transparan, dan efisien, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Buleleng, I Putu Kariaman Putra, S.Sos., MM melaksanakan kegiatan Percepatan Perluasan Digitalisasi Bansos, Minggu (12/7) di Pengajian Al-Ikhlas, Kecamatan Seririt. Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran SDM Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Seririt. Dalam arahannya, Kepala Dinsos PPPA Buleleng menekankan pentingnya transisi menuju sistem digital dalam penyaluran bansos. Langkah ini diambil untuk meminimalisir kendala di lapangan sekaligus memberikan kemudahan bagi seluruh masyarakat dalam mengecek status kelayakan dan menerima hak-hak mereka secara langsung, aman, dan akuntabel. Sinergi antara pemerintah daerah dan pendamping PKH di lapangan diharapkan dapat mempercepat proses edukasi kepada masyarakat terkait penggunaan teknologi digital dalam pengelolaan bansos. Hal ini menjadi komitmen Dinsos PPPA Buleleng dalam mendukung program pemerintah pusat guna mewujudkan tata kelola bantuan sosial yang lebih modern dan inklusif. Kegiatan ini berjalan dengan lancar dan mendapatkan antusiasme positif dari warga yang hadir, sebagai bentuk dukungan terhadap modernisasi layanan sosial di Kabupaten Buleleng. #Bulelengerabaru #Bulelengpaten #DinsosHadir_GCT #DigitalisasiBansos
Tanggal Agenda : 10 Juli 2026
Isi Agenda : Grebeg Digitalisasi Bantuan Sosial Menjangkau Warga Banyuasri dan Desa Bubunan #DinsosHadir_GCT Singaraja, 10 Juli 2026 Dinas Sosial P3A Kabupaten Buleleng terus melanjutkan pelaksanaan Grebeg Perlinsos dalam rangka mendukung program Digitalisasi Bantuan Sosial (Bansos) di Kabupaten Buleleng. Kegiatan pada Jumat, 10 Juli 2026 dilaksanakan di Pelataran Masjid Al Mujahidin, Jalan Jalak Putih, Kelurahan Banyuasri, Kecamatan Buleleng, serta di Desa Bubunan, Kecamatan Seririt. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut Surat Dinas Sosial P3A Kabupaten Buleleng Nomor P.400.9.1/1813/DinsosP3A/VII/2026 tanggal 9 Juli 2026 tentang Pelaksanaan Digitalisasi Bantuan Sosial. Melalui kegiatan ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pengecekan dan verifikasi data secara langsung guna memastikan ketepatan sasaran penerima bantuan sosial. Kepala Dinas Sosial P3A Kabupaten Buleleng, I Putu Kariaman Putra, S.Sos., M.M., menyampaikan bahwa pelaksanaan Grebeg Perlinsos merupakan komitmen Pemerintah Kabupaten Buleleng dalam mewujudkan tata kelola bantuan sosial yang semakin akurat, transparan, dan tepat sasaran melalui pemanfaatan sistem digital. Salah seorang warga peserta kegiatan menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan Grebeg Perlinsos dan Digitalisasi Bantuan Sosial yang dinilai memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengetahui status kepesertaan bantuan sosial. "Kegiatan ini sangat membantu kami karena proses pengecekan data dilakukan secara langsung dan petugas juga memberikan penjelasan dengan baik. Kami jadi mengetahui status bantuan sosial yang kami terima maupun alasan jika belum memenuhi syarat. Semoga kegiatan seperti ini terus dilaksanakan agar data masyarakat selalu diperbarui dan bantuan sosial benar-benar diberikan kepada warga yang berhak," ungkap salah seorang warga peserta kegiatan. Pada pelaksanaan hari ini, sebanyak 428 warga mengikuti proses digitalisasi dan verifikasi data bantuan sosial. Berdasarkan hasil sementara, 15 orang berpotensi layak menerima PKH dan BPNT, 67 orang berpotensi layak menerima BPNT namun tidak layak PKH, 324 orang dinyatakan tidak layak menerima PKH maupun BPNT karena memiliki kendaraan roda empat dan berada pada desil yang tinggi, serta 22 orang masih menunggu proses verifikasi lebih lanjut. Melalui kegiatan Grebeg Perlinsos yang terus dilaksanakan secara bertahap di berbagai wilayah Kabupaten Buleleng, diharapkan proses pemutakhiran data sosial dapat berjalan optimal sehingga penyaluran bantuan sosial ke depan benar-benar diterima oleh masyarakat yang memenuhi kriteria dan membutuhkan. #DinsosHadir_GCT #BulelengEraBaru #BulelengPaten #BestieBuleleng
Tanggal Agenda : 09 Juli 2026
Isi Agenda : Penguatan Dan Gerebeg Perlinsos Di Kecamatan Sawan #DinsosHadir_GCT Singaraja, 9 Juli 2026 Dalam rangka mendukung percepatan pelaksanaan Piloting Digitalisasi Bantuan Sosial Kementerian Sosial RI, Dinas Sosial P3A Kabupaten Buleleng terus memperkuat koordinasi lintas sektor sekaligus mengintensifkan pelaksanaan Grebeg Perlinsos di lapangan. Upaya tersebut merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Buleleng dalam mewujudkan penyaluran bantuan sosial yang lebih tepat sasaran, transparan, dan berbasis data yang akurat. Bertempat di Ruang Rapat Unit IV Kantor Bupati Buleleng, Kamis (9/7), dilaksanakan Rapat Koordinasi Penguatan Informasi Pelaksanaan Piloting Digitalisasi Bantuan Sosial yang dihadiri oleh Drs. Gede Suyasa, M. Pd selaku Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng, Asisten I dan Asisten II Setda Kabupaten Buleleng, para Kepala Perangkat Daerah, Kepala Badan, Staf Ahli Bupati, para Camat se-Kabupaten Buleleng, serta stakeholder terkait. Kepala Dinas Sosial P3A Kabupaten Buleleng, I Putu Kariaman Putra, S.Sos., M.M., didampingi Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Yayan Sutrisna, S.Sos. beserta jajaran turut hadir sebagai leading sector pelaksanaan program tersebut. Dalam sambutannya, Kepala Dinas Sosial P3A Kabupaten Buleleng I Putu Kariaman Putra, S. Sos. MM, menyampaikan bahwa keberhasilan digitalisasi bantuan sosial membutuhkan kolaborasi seluruh perangkat daerah hingga pemerintah desa dan kelurahan. Beliau mengajak seluruh stakeholder untuk memperkuat koordinasi, mempercepat penyampaian informasi kepada masyarakat, serta memberikan pendampingan kepada warga agar proses pendataan berjalan optimal sehingga bantuan sosial dapat diterima oleh masyarakat yang benar-benar berhak. Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng, Drs. Gede Suyasa, M. Pd, mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Buleleng untuk berperan aktif menyukseskan percepatan digitalisasi perlindungan sosial (Perlinsos). Menurutnya, Kabupaten Buleleng telah ditetapkan sebagai salah satu daerah piloting project Digitalisasi Perlinsos di Provinsi Bali. Oleh karena itu, seluruh kepala keluarga (KK) di Kabupaten Buleleng ditargetkan telah terdata dalam sistem Digitalisasi Perlinsos paling lambat 31 Juli 2026, sehingga diperlukan dukungan dan komitmen seluruh perangkat daerah untuk memastikan target tersebut dapat tercapai. Sebagai tindak lanjut dari penguatan informasi tersebut, Dinas Sosial P3A Kabupaten Buleleng pada hari yang sama melaksanakan Gerebeg Perlinsos di Kecamatan Sawan. Kegiatan uji coba dilaksanakan di 13 desa/kelurahan, yaitu Desa Bungkulan, Giri Emas, Jagaraga, Kerobokan, Lemukih, Menyali, Sangsit, Sawan, Sekumpul, Sinabun, Suwug, Galungan, dan Kelurahan Sawan. Sementara itu, Desa Bebetin belum mengikuti pelaksanaan kegiatan karena menyesuaikan jadwal yang telah ditetapkan. Sebanyak 1.828 warga hadir dan berhasil didaftarkan dalam proses digitalisasi bantuan sosial. Seluruh tahapan registrasi dan verifikasi didampingi oleh Agen Perlinsos bersama Pendamping PKH sehingga pelaksanaan kegiatan berlangsung tertib, lancar, serta memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam melakukan pemutakhiran data. Berdasarkan hasil sementara pelaksanaan uji coba di Kecamatan Sawan, sebanyak 344 orang berpotensi layak menerima Program BPNT dan PKH, 455 orang berpotensi layak menerima BPNT namun tidak layak PKH, 422 orang dinyatakan tidak layak menerima BPNT maupun PKH karena tidak memiliki komponen PKH, berada pada desil di atas ketentuan, memiliki kendaraan roda empat, maupun terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Sementara itu, 607 orang masih menunggu proses verifikasi lanjutan guna memastikan kesesuaian data dengan kondisi riil di lapangan. Melalui rangkaian kegiatan penguatan informasi dan pelaksanaan Grebeg Perlinsos di Kecamatan Sawan ini, Pemerintah Kabupaten Buleleng bersama Dinas Sosial P3A Kabupaten Buleleng terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung transformasi digital perlindungan sosial. Diharapkan, dengan sinergi seluruh stakeholder serta partisipasi aktif masyarakat, data penerima bantuan sosial akan semakin valid sehingga penyaluran bantuan sosial dari Kementerian Sosial RI dapat terlaksana secara tepat sasaran, transparan, akuntabel, dan berkeadilan. #DinsosHadir_GCT #BulelengEraBaru #BulelengPaten #BestieBuleleng
Tanggal Agenda : 08 Juli 2026
Isi Agenda : GREBEG PERLINSOS DI KECAMATAN SERIRIT #DinsosHadir_GCT Singaraja, 8 Juli 2026 Kepala Dinas Sosial P3A Kabupaten Buleleng, I Putu Kariaman Putra, S.Sos., M.M., kembali memimpin pelaksanaan Grebeg Perlinsos di Kecamatan Seririt sebagai rangkaian Uji Coba Piloting Digitalisasi Bantuan Sosial. Kegiatan ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Buleleng dalam mempercepat transformasi digital di bidang perlindungan sosial sekaligus memastikan data penerima bantuan sosial semakin akurat, mutakhir, dan tepat sasaran. Dalam sambutannya, Kepala Dinas Sosial P3A Kabupaten Buleleng I Putu Kariaman Putra, S. Sos. MM, menyampaikan bahwa keberhasilan digitalisasi bantuan sosial sangat bergantung pada sinergi seluruh pihak, mulai dari pemerintah desa, Pendamping PKH, Pendamping PPKS Desa, Agen Perlinsos, hingga masyarakat sebagai penerima manfaat. Beliau mengajak seluruh unsur yang terlibat untuk bersama-sama menjaga kualitas data melalui proses verifikasi dan validasi secara langsung di lapangan, sehingga setiap bantuan sosial yang disalurkan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak. Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Sosial P3A Kabupaten Buleleng juga meninjau secara langsung pelaksanaan Grebeg Perlinsos di sejumlah desa di Kecamatan Seririt untuk memastikan proses registrasi, pendataan, serta verifikasi berjalan dengan lancar. Peninjauan ini sekaligus menjadi bentuk dukungan dan motivasi kepada seluruh petugas lapangan yang telah berperan aktif menyukseskan pelaksanaan uji coba digitalisasi bantuan sosial. Pelaksanaan Grebeg Perlinsos di Kecamatan Seririt dilaksanakan secara serentak di 21 desa, yaitu Desa Seririt, Banjar Asem, Bestala, Bubunan, Joanyar, Kalianget, Kalisada, Lokapaksa, Mayong, Munduk Bestala, Pangkungparuk, Patemon, Pengastulan, Ringdikit, Rangdu, Sulanyah, Tangguwisia, Ularan, Umeanyar, Gunungsari, dan Lokapaksa. Kegiatan ini melibatkan seluruh Kepala Bidang Dinas Sosial P3A Kabupaten Buleleng, Pendamping Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) Desa, Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Agen Perlinsos, serta aparatur pemerintah desa. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan antusiasme masyarakat yang sangat tinggi. Sebanyak 2.883 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) berhasil didaftarkan dan mengikuti proses registrasi serta verifikasi data melalui sistem digital. Berdasarkan hasil sementara, sebanyak 1.025 orang berpotensi layak menerima Program BPNT dan PKH, 439 orang berpotensi layak menerima BPNT namun tidak layak PKH, 351 orang dinyatakan tidak layak menerima BPNT maupun PKH karena tidak memenuhi kriteria yang ditetapkan, sedangkan 1.068 orang masih menunggu proses verifikasi lanjutan untuk memastikan kelayakan sesuai kondisi riil di lapangan. Seluruh Perbekel di Kecamatan Seririt, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Dinas Sosial P3A Kabupaten Buleleng atas terselenggaranya Gerebeg Perlinsos yang dinilai sangat membantu pemerintah desa dalam memperbarui dan memvalidasi data masyarakat secara lebih akurat. Para Perbekel berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai upaya mewujudkan sistem perlindungan sosial yang semakin baik, transparan, dan tepat sasaran. Pemerintah desa juga menyatakan komitmennya untuk terus bersinergi dengan Dinas Sosial P3A Kabupaten Buleleng dalam mendukung pemutakhiran data kesejahteraan sosial demi meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Melalui pelaksanaan Grebeg Perlinsos di Kecamatan Seririt, Dinas Sosial P3A Kabupaten Buleleng kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan tata kelola data kesejahteraan sosial yang semakin berkualitas, sehingga penyaluran bantuan sosial di Kabupaten Buleleng dapat terlaksana secara adil, tepat sasaran, dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat yang membutuhkan. #DinsosHadir_ GCT #BulelengEraBaru #BulelenggPaten #BestieBuleleng
Tanggal Agenda : 07 Juli 2026
Isi Agenda : Grebeg Perlinsos di Kecamatan Kubutambahan #DinsosHadir_GCT Singaraja, 7Juli 2026 Kepala Dinas Sosial P3A Kabupaten Buleleng, I Putu Kariaman Putra, S.Sos., M.M., terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung percepatan transformasi digital di bidang perlindungan sosial melalui pelaksanaan Gerebeg Perlinsos sebagai bagian dari Uji Coba Piloting Digitalisasi Bantuan Sosial. Setelah sukses dilaksanakan di Kecamatan Gerokgak, kegiatan berlanjut di Kecamatan Kubutambahan pada Selasa, 7 Juli 2026. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Sosial P3A Kabupaten Buleleng menyampaikan bahwa digitalisasi bantuan sosial merupakan langkah strategis untuk mewujudkan data penerima manfaat yang semakin akurat, mutakhir, dan terpadu sehingga penyaluran bantuan sosial dapat dilakukan secara tepat sasaran. Beliau juga mengapresiasi sinergi seluruh pemerintah desa, pendamping sosial, serta Agen Perlinsos yang telah mendukung penuh pelaksanaan uji coba ini. Selain memberikan arahan kepada para petugas, Kepala Dinas Sosial P3A Kabupaten Buleleng turut meninjau secara langsung pelaksanaan kegiatan di beberapa desa di wilayah Kecamatan Kubutambahan guna memastikan proses registrasi, pendataan, dan verifikasi berjalan dengan baik. Pelaksanaan kegiatan merupakan tindak lanjut Surat Dinas Sosial P3A Kabupaten Buleleng Nomor P.400.9.1/1733/DinsosP3A/VI/2026 tanggal 29 Juni 2026 tentang Uji Coba Piloting Digitalisasi Bantuan Sosial. Kegiatan diikuti oleh seluruh Kepala Bidang Dinas Sosial P3A Kabupaten Buleleng, Pendamping Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) Desa, Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Agen Perlinsos, serta aparatur pemerintah desa. Uji coba dilaksanakan di 13 desa, yaitu Desa Kubutambahan, Bontihing, Bila, Bulian, Bukti, Depeha, Mengening, Pakisan, Tambakan, Tamblang, Bengkala, Tajun dan Tunjung, sedangkan Desa Tajun belum dapat mengikuti kegiatan karena bertepatan dengan pelaksanaan kegiatan keagamaan di desa tersebut. Sebanyak 1.582 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) hadir dan berhasil mengikuti proses registrasi serta pendataan digital. Seluruh proses didampingi oleh Agen Perlinsos bersama Pendamping PKH guna memastikan masyarakat memperoleh pelayanan yang optimal selama pelaksanaan uji coba. Berdasarkan hasil pendataan, diperoleh sebanyak 798 orang berpotensi layak menerima Program BPNT dan PKH, 219 orang berpotensi layak BPNT namun tidak layak PKH, 279 orang dinyatakan tidak layak BPNT maupun PKH karena tidak memiliki komponen PKH, berada pada desil di atas ketentuan, memiliki kendaraan roda empat, maupun terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Sementara itu, 286 orang masih menunggu proses verifikasi lebih lanjut. Seluruh Perbekel di Kecamatan Kubutambahan, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Dinas Sosial P3A Kabupaten Buleleng atas pelaksanaan Gerebeg Perlinsos yang telah memberikan kemudahan dalam proses pemutakhiran data masyarakat. Para Perbekel menilai kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam mewujudkan data kesejahteraan sosial yang lebih akurat sehingga bantuan sosial dapat disalurkan kepada masyarakat yang benar-benar berhak menerimanya. Para Perbekel juga berharap kegiatan Gerebeg Perlinsos dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan pendampingan yang berkesinambungan dari Dinas Sosial P3A Kabupaten Buleleng. Pemerintah desa menyatakan kesiapan untuk terus bersinergi dalam proses pemutakhiran data serta mendukung implementasi digitalisasi bantuan sosial demi meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Buleleng. Melalui kegiatan Gerebeg Perlinsos ini, Dinas Sosial P3A Kabupaten Buleleng kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan sistem perlindungan sosial yang semakin adaptif, transparan, akuntabel, dan berbasis data yang valid sebagai fondasi dalam mewujudkan penyaluran bantuan sosial yang tepat sasaran bagi masyarakat Kabupaten Buleleng. #DinsosHadir_GCT #BulelengEraBaru #BulelengPaten #BestieBuleleng
Tanggal Agenda : 06 Juli 2026
Isi Agenda : GREBEG PERLINSOS DI KECAMATAN GEROKGAK #DinsosHadir_GCT Singaraja, 6 Juli 2026 Kepala Dinas Sosial P3A Kabupaten Buleleng, I Putu Kariaman Putra, S.Sos., M.M., terus mendorong percepatan transformasi digital dalam penyelenggaraan program perlindungan sosial guna mewujudkan penyaluran bantuan sosial yang tepat sasaran, transparan, dan akuntabel. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Gerebeg Perlinsos sebagai bagian dari uji coba piloting digitalisasi bantuan sosial yang dilaksanakan secara serentak di berbagai wilayah di Kabupaten Buleleng, salah satunya di Kecamatan Gerokgak pada Senin, 6 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut Surat Dinas Sosial P3A Kabupaten Buleleng Nomor P.400.9.1/1733/DinsosP3A/VI/2026 tanggal 29 Juni 2026 tentang Uji Coba Piloting Digitalisasi Bantuan Sosial. Kegiatan dihadiri oleh seluruh Kepala Bidang Dinas Sosial P3A Kabupaten Buleleng, Pendamping Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) Desa, Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), para Agen Perlinsos, serta aparatur desa se-Kecamatan Gerokgak. Pelaksanaan uji coba berlangsung di 14 desa, yaitu Desa Gerokgak, Patas, Pengulon, Musi, Sanggalangit, Penyabangan, Pejarakan, Sumberkima, Pemuteran, Banyupoh, Tinga-Tinga, Celukan Bawang, Tukadsumaga, dan Sumberklampok. Melalui sinergi seluruh unsur yang terlibat, sebanyak 2.649 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) hadir dan berhasil mengikuti proses pendataan serta verifikasi digital. Kehadiran Agen Perlinsos bersama Pendamping PKH turut memastikan masyarakat memperoleh pendampingan selama proses registrasi dan validasi data. Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan, sebanyak 1.249 orang berpotensi layak menerima Program BPNT dan PKH, 543 orang berpotensi layak BPNT namun tidak layak PKH, 447 orang tidak layak BPNT maupun PKH karena tidak memiliki komponen PKH, berada pada desil di atas ketentuan, memiliki kendaraan roda empat, maupun terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, sedangkan 410 orang masih menunggu proses verifikasi lanjutan. Seluruh Perbekel di Kecamatan Gerokgak, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan uji coba digitalisasi bantuan sosial melalui Gerebeg Perlinsos ini. Menurut para Perbekel, kegiatan ini sangat membantu pemerintah desa dalam memperoleh data masyarakat yang lebih akurat dan mutakhir sehingga penyaluran bantuan sosial ke depan dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran. Selain itu, kolaborasi antara Dinas Sosial P3A Kabupaten Buleleng, pendamping sosial, Agen Perlinsos, dan pemerintah desa diharapkan terus terjalin untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat serta memastikan bantuan sosial benar-benar diterima oleh warga yang berhak. Melalui kegiatan Gerebeg Perlinsos ini, Dinas Sosial P3A Kabupaten Buleleng menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat tata kelola data kesejahteraan sosial berbasis digital sebagai fondasi dalam mewujudkan pelayanan perlindungan sosial yang lebih efektif, efisien, dan berkeadilan bagi masyarakat Kabupaten Buleleng. #DinsosHadir_GCT #BulelengEraBaru #BulelengPaten #BestieBuleleng
Tanggal Agenda : 03 Juli 2026
Isi Agenda : Wujudkan Lingkungan Asri melalui “Aksi Buleleng Bersih Sampah” #Dinsos_HadirGCT Singaraja | Jumat, 3 Juli 2026 Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Buleleng turut ambil bagian dalam kegiatan aksi “Gotong Royong dan Buleleng Bersih Sampah” yang dilaksanakan di sekitaran Jalan Yudistira Kelurahan Kendran pada (3/7/2026) pagi Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh SDM Dinsos P3A Buleleng serta berkolaborasi dengan Pemerintah Kelurahan setempat dan masyarakat. Aksi bersih-bersih dimulai dari pukul 07.00 WITA dengan menyasar sampah plastik dan sampah rumah tangga yang berserakan disekiar are jalan maupun selokan Kadis Sosial PPPA Kabupaten Buleleng, I Putu Kariaman Putra, Sos., MM menyampaikan bahwa keikutsertaan pada kegiatan gotong royong ini merupakan bentuk dukungan terhadap program prioritas daerah untuk mewujudkan Kabupaten Buleleng yang bersih dan sehat. "Gotong royong ini bukan hanya soal membersihkan sampah, tapi membangun kepedulian bersama baik itu Pemerintah Daerah dengan masyarakat. Lingkungan yang bersih berdampak langsung pada kesejahteraan sosial masyarakat," ujarnya. Salah satu masyarakat menyambut baik dan mengapresiasi langlah Pemerintah Daerah dalam penanggulangan sampah maupun menjaga kebersihan dilingkungan setempat. Pihaknya siap berkolaborasi untuk ikut serta dalam kegiatan gotong royong yang rutin dilaksanakan setiap minggu Hadir pula pada kegiatan tersebut Perangkat Kelurahan Kendran, RSUD Buleleng dan LPK Bali International #Dinsos_HadirGCT #Bulelengerabaru #BulelengPaten