(0362)21248
dinsospppa@bulelengkab.go.id
Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak
Agenda Dinsospppa
Tanggal Agenda : 23 September 2026
Isi Agenda : Dorong Perempuan Berdaya: Sinergi Lintas Sektor Bekali 20 Perempuan Lapas Singaraja Keterampilan Sanggul dan Make Up Singaraja, 23 September 2026 #DinsosHadir_GCT Di balik tingginya tembok dan rapatnya jeruji besi, secercah harapan untuk merajut masa depan yang lebih baik terus dihidupkan. Sebanyak 20 perempuan warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Singaraja tampak antusias mengikuti pelatihan penataan sanggul dan tata rias wajah pada hari Rabu (23/9/2026) yang diselenggarakan di Aula. Pelatihan ini lahir dari kepedulian dan sinergi lintas sektor yang kuat, melibatkan kolaborasi antara Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (Puspa) Provinsi Bali, Forum Puspa Kabupaten Buleleng, serta Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) di Tingkat Provinsi Bali dan Kabupaten Buleleng. Acara pembukaan berlangsung hangat dan dihadiri langsung oleh sejumlah pemangku kepentingan. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Lapas Kelas IIB Singaraja bersama Kepala Dinas Sosial P3A Kabupaten Buleleng, Perwakilan Forum Puspa Provinsi Bali, dan Kepala Bidang PPHP Dinas Sosial P3A Provinsi Bali. Kehadiran pemangku kebijakan ini menegaskan komitmen bersama bahwa pembinaan di dalam lapas harus menyentuh aspek kesiapan mental dan keterampilan kerja. Kepala Lapas Kelas IIB Singaraja, Iskandar Djamil, menyampaikan apresiasi mendalam atas kolaborasi yang terbangun. Ia menaruh harapan besar agar sinergi ini tidak berhenti pada satu titik saja. "Kami sangat berharap pelatihan ini dapat terus berkelanjutan. Kegiatan ini sangat positif dalam memperkuat pemberdayaan perempuan warga binaan kita. Ini adalah bekal berharga yang akan mendorong mereka untuk bisa berkontribusi positif kepada masyarakat setelah keluar dari lapas nantinya," ungkap Iskandar dengan penuh optimisme. Bagi ke-20 perempuan yang menjadi peserta, pelatihan ini diharapkan dapat menjadi modal sosial dan ekonomi yang krusial. Ketika masa pembinaan mereka selesai dan mereka kembali ke tengah masyarakat, keterampilan ini dapat langsung diaplikasikan untuk membuka usaha salon mandiri atau bekerja di industri kecantikan. Manfaat ini langsung dirasakan oleh para peserta. Vina dan Dewi, dua orang warga binaan yang mengikuti pelatihan ini, keduanya menuturkan bahwa keterampilan yang diajarkan sangat aplikatif untuk kehidupan sehari-hari, terlebih dalam rutinitas masyarakat Bali. "Kami sangat berterima kasih atas adanya pelatihan ini. Senang sekali rasanya, sekarang kami jadi bisa melakukan make-up dan menata sanggul sendiri. Apalagi di Bali kan akan ada banyak sekali kegiatan dan upacara adat, jadi ke depannya kami bisa lebih mandiri tanpa perlu repot atau keluar biaya lagi untuk pergi ke salon," tutur Vina dan Dewi bergantian, diiringi senyum penuh percaya diri. Pelatihan tata rias dan sanggul ini menjadi bagian dari upaya sinergi berkelanjutan dalam mengoptimalkan program pembinaan perempuan di Lapas Singaraja. Berbekal keterampilan tersebut, para warga binaan diharapkan mampu menciptakan kemandirian dan peluang usaha saat mereka kembali berbaur di masyarakat. #DinsosHadir_GCT #Bulelengerabaru #Bulelengpaten #BestieBuleleng
Tanggal Agenda : 22 September 2026
Isi Agenda : Bersama Lindungi Anak Buleleng: Dinas Sosial P3A dan GOW Perkuat Sinergi Pencegahan Kekerasan terhadap Anak Singaraja, 22 September 2026 #DinsosHadir_GCT Langkah nyata dalam menekan angka kekerasan terhadap anak serta isu krusial sosial lainnya terus digalakkan di Kabupaten Buleleng. Pada Selasa (22/9/2026), Dinas Sosial P3A Kabupaten Buleleng menggelar Sosialisasi Pencegahan Kekerasan terhadap Anak yang bertempat di Ruang Rapat Dinas Sosial P3A. Kegiatan ini mendapatkan sambutan hangat dan apresiasi positif dari para peserta. Putu Astuti Mahadewi dari Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan wawasan penting mengenai Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan kekerasan pada anak. "Kami yang tadinya belum mengetahui hal ini, bisa lebih tahu tentang TPPO dan kekerasan pada anak. Informasi ini sangat penting untuk disampaikan kembali kepada masyarakat di banjar atau desa agar kita semua lebih proaktif melindungi anak dan cucu kita dari hal-hal yang tidak diinginkan sejak dini," tegas Putu Astuti. Senada dengan hal tersebut, Santika Dewi dari Gatriwara menambahkan bahwa kegiatan sosialisasi ini sangat bermanfaat dalam menambah wawasan pengawasan dan perlindungan bagi wanita dan anak di lingkungan sekitar. Acara menghadirkan jajaran narasumber lintas sektor, yaitu praktisi hukum dari Kantor Advokat Made Wibawa, S.H., psikolog dari Yayasan Psikologi Pradnyagama Singaraja, Tasya Yumika, S.Psi., Psikolog, serta Kanit IV PPA Polres Buleleng, IPTU I Ketut Yuli Saputra, S.Tr.K., M.Si. Diikuti oleh 25 peserta dari Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Buleleng, sosialisasi ini membedah topik-topik krusial mulai dari penanganan kekerasan terhadap anak, Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH), hingga pencegahan perkawinan anak. Sebagai wujud komitmen nyata, seluruh peserta dan penyelenggara mengakhiri sosialisasi dengan penandatanganan komitmen bersama dalam mencegah kekerasan terhadap anak di Kabupaten Buleleng. #DinsosHadir_GCT #Bulelengerabaru #Bulelengpaten #BestieBuleleng
Tanggal Agenda : 17 September 2026
Isi Agenda : Tak Sekedar Bantuan, Kehadiran Dinsos PPPA Buleleng Jadi Obat Penguat Bagi Warga Buleleng, 17 September 2026 Komitmen untuk hadir di tengah masyarakat kurang mampu kembali dibuktikan Dinas Sosial PPPA Kabupaten Buleleng. Dalam satu hari, jajaran Dinsos PPPA bergerak ke dua lokasi berbeda untuk menyalurkan bantuan bagi warga sakit yang membutuhkan perhatian. Lokasi pertama, tim yang dipimpin Kepala Dinas Sosial PPPA Kabupaten Buleleng, I Putu Kariaman Putra, S.Sos., M.M., bersama Kepala Dusun Banjar Dinas Kuwum Gede Mulia, Babinsa dan Bhabinkamtibmas, mengunjungi rumah Kadek Yudiana, warga Banjar Dinas Kuwum, Desa Banyuatis, Kecamatan Banjar, yang menderita tetanus saat bekerja serabutan sehingga belum mampu berdiri dan beraktivitas mandiri. Berdasarkan hasil asesmen, Dinsos PPPA langsung menyalurkan bantuan berupa 1 unit kursi roda, paket sembako, dan pampers untuk menunjang perawatan harian. Lokasi kedua, Kadis Kariaman melanjutkan kunjungan ke rumah Nenek Sahrum, lansia sakit di Jalan Nangka Nomor 15, Lingkungan Kajanan Tengah, Kelurahan Kampung Kajanan, Kecamatan Buleleng. Kondisinya sangat memprihatinkan, hanya bisa berbaring di tempat tidur dengan kondisi rumah tidak layak huni dan tinggal bersama anaknya yang tidak bekerja. Hasil asesmen menunjukkan Nenek Sahrum berada pada Desil 3 dan telah menerima KIS PBI Aktif. Setelah digitalisasi bansos, beliau dinyatakan layak menerima BPNT dan selanjutnya akan dilakukan sanggahan agar layak menerima bantuan PKH. Pada kesempatan itu, Dinsos PPPA memberikan bantuan pampers, sembako, dan pakaian layak pakai. Kepala Dinas Sosial PPPA Kabupaten Buleleng, I Putu Kariaman Putra menegaskan kedua kegiatan ini merupakan implementasi dari arahan pimpinan daerah untuk memastikan negara hadir. “Hari ini kami di dua lokasi, di Banyuatis untuk adik Kadek Yudiana yang terkena tetanus, dan di Kampung Kajanan untuk Nenek Sahrum lansia yang sakit. Prinsip kami jelas, begitu ada laporan warga yang kesulitan, kami harus respons cepat, asesmen langsung, dan beri bantuan sesuai kebutuhan. Tidak hanya bantuan fisik seperti kursi roda, sembako dan pampers, tapi yang terpenting adalah kehadiran kami untuk memberikan dukungan moril,” tegasnya. “Untuk Nenek Sahrum, kami pastikan hak bantuan sosialnya tidak terlewat. Sudah KIS PBI aktif, BPNT sudah layak, dan akan kami sanggahkan untuk PKH agar bantuan lebih komprehensif. Sementara untuk Kadek Yudiana, kami akan koordinasikan dengan Puskesmas untuk pemantauan kesehatannya. Ini adalah wujud sinergi Dinsos PPPA dengan kewilayahan dan aparat, agar tidak ada warga Buleleng yang merasa sendiri saat dalam kondisi sulit,” tutup Kariaman Putra. Keluarga dari kedua penerima manfaat menyampaikan terima kasih atas kepedulian dan respon cepat Dinas Sosial PPPA Kabupaten Buleleng yang telah hadir secara langsung. Sinergi antara Dinsos PPPA, pemerintah kewilayahan, dan aparat keamanan ini menjadi bukti komitmen Dinsos PPPA Buleleng untuk terus hadir memberikan intervensi sosial yang tepat sasaran bagi warga yang membutuhkan di Kabupaten Buleleng. #DinsosHadir_GCT #DinsosP3ABuleleng #BulelengPaten #BestieBuleleng
Tanggal Agenda : 16 September 2026
Isi Agenda : Serap Aspirasi Dari Berbagai Pihak, Dinsos P3A Hadir Untuk warga kurang beruntung Buleleng, 16 September 2026 Gerak cepat dan peduli, itulah yang ditunjukkan Dinas Sosial P3A Kabupaten Buleleng. Rabu, 16 September 2026, Kepala Dinas Sosial P3A Buleleng, I Putu Kariaman Putra,S.Sos., MM turun langsung menyapa warga yang membutuhkan perhatian di Desa Ularan dan Desa Jinengdalem. Kehadiran ini adalah jawaban atas laporan masyarakat yang masuk kepada Bupati Buleleng dan DPD RI. Di Desa Ularan, Kadissos menyambangi Ni Ketut Purni, lansia berusia 105 tahun. Dadong Purni ternyata sudah diperhatikan pemerintah melalui bantuan BPNT, JKN KIS PBI, dan sudah diajukan Digitalisasi Bansos. Kunjungan ini dilakukan untuk melihat langsung kondisinya sekaligus meluruskan informasi yang beredar di masyarakat. Perbekel Desa Ularan pun turut memberikan klarifikasi agar data administrasi benar-benar sesuai dengan fakta di lapangan. Kepedulian berlanjut ke Desa Jinengdalem. Menindaklanjuti surat warga Br. Dinas Bukit terkait anak yatim yang ayahnya meninggal karena kecelakaan kerja tersengat listrik pada 2 Januari 2026, dan atensi dari DPD RI Bali terkait keluarga Alm. Made Mertayasa korban laka lantas, Kadissos P3A menemui Komang Tri Wira Artana. Saat ini Tri Wira hidup tanpa pendampingan memadai, kakaknya bekerja di Denpasar, tidak ada ibu dan bantuan dari yayasan juga telah terhenti setelah ia dan kembarannya tamat SMA. "Tugas kami di Dinsos P3A Buleleng adalah memastikan tidak ada warga yang tertinggal," tegas I Putu Kariaman Putra. Untuk Dadong Purni, pihaknya akan terus berkoordinasi agar bantuan tetap tepat sasaran. Untuk Tri Wira yang saat ini sudah menerima PIP dan sembako dari Dinsos P3A dan berpotensi mendapat BPNT, Kadissos mendorong solusi jangka panjang berupa pengasuhan di panti asuhan dan akses pendidikan melalui program Sekolah Rakyat Kemensos RI sesuai hasil asesmen. Langkah responsif Dinsos P3A Buleleng ini ditutup dengan kunjungan ke keluarga korban laka lantas tunggal. Inilah bukti nyata komitmen Dinsos P3A Buleleng di bawah kepemimpinan I Putu Kariaman Putra: hadir cepat, mendengar langsung, dan memberikan solusi nyata bagi warga pemerlu atensi sosial di Buleleng. #DinsosHadir_GCT #DinsopP3ABuleleng #BulelengPaten #BestieBuleleng
Tanggal Agenda : 14 September 2026
Isi Agenda : Dinsos P3A Buleleng Perkuat Jejaring Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Sekolah Singaraja, 11 September 2026 #DinsosHadir_GCT Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Buleleng terus berupaya menurunkan kasus kekerasan dan memastikan perlindungan anak melalui peningkatan kapasitas tenaga pendidik khususnya guru SD se-Kecamatan Buleleng. Kepala Dinas Sosial P3A, I Putu Kariaman Putra, S.Sos., MM membuka secara langsung Pelatihan Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Kekerasan Seksual yang diselenggarakan di Ranggon Sunset Point & Bar pada Kamis (11/9/2026). Kepala Dinas Sosial P3A berharap melalui pelatihan ini dapat memperkuat pemahaman dan kemampuan para tenaga pendidik dalam mengenali tanda kekerasan, pencegahan, pemberian respons awal yang tepat, melakukan pendampingan serta mengetahui mekanisme rujukan dan pelaporan apabila terjadi kasus karena guru memiliki posisi strategis yang memiliki kesempatan memahami peserta didik. "Saya berharap kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat jejaring pencegahan dan penanganan kekerasan di satuan pendidikan karena diperlukan sinergi antara sekolah, keluarga, pemerintah, masyarakat, serta seluruh pihak yang memiliki kepedulian untuk memastikan keamanan anak-anak di Buleleng",ujarnya. Materi disampaikan oleh I Made Wibawa, SH (Konselor Hukum UPTD PPA) yang membahas dari perspektif hukum dan sisi psikologis disampaikan oleh Tasya Yumika, S.Psi., Psikolog dari Yayasan Psikologi Pradnyagama Cabang Singaraja. Para peserta menunjukkan peningkatan pemahaman dalam melakukan identifikasi kasus serta menentukan tindakan yang seharusnya sebagai guru BK dalam menindaklanjuti kasus TPKS di lingkup sekolah. Peserta mengungkapkan apresiasi atas pelatihan yang diberikan guna mencegah dan menangani kasus kekerasan serta berharap pelatihan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkala. Kadek Sudiarta, guru SD Negeri 1 Baktiseraga, menyampaikan, "Terima kasih atas pelatihan yang diberikan karena sangat bermanfaat dan aplikatif bagi kami para pengajar dalam mencegah dan menangani kasus tindak pidana kekerasan seksual di sekolah kami." Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Buleleng menunjukkan komitmen nyata untuk memperkuat jejaring pencegahan dan penanganan tindak pidana kekerasan seksual di satuan pendidikan. #DinsosHadir_GCT #Bulelengerabaru #Bulelengpaten #BestieBuleleng
Tanggal Agenda : 11 September 2026
Isi Agenda : Tak Lagi Terbaring, Dinsos P3A Berkolaborasi Untuk Dua Warga Sakit Kronis Buleleng, 11 September 2026 Kepedulian nyata kembali ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Buleleng. Setelah hanya bisa terbaring di tempat tidur, kini warga sakit stroke di Desa Selat, Kecamatan Sukasada dan Desa Gerokgak, Kecamatan Gerokgak kini memiliki harapan baru untuk kembali bergerak dengan bantuan kursi roda. Jumat, 11 September 2026 Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Buleleng I Putu Kariaman Putra,S.Sos,M.M secara langsung menyerahkan bantuan kursi roda kepada lansia Ketut Sarji (81 Thn) asal Desa Selat, Kecamatan Sukasada dan Putu Budiasa (46 thn) asal Desa Gerokgak, Kecamatan Gerokgak. Penyerahan ini merupakan tindak lanjut dari asesmen yang sebelumnya dilakukan tim Dinsos P3A Buleleng untuk mendata warga yang benar-benar membutuhkan. Kegiatan ini merupakan wujud kolaborasi Dinsos P3A Buleleng bersama Yayasan Global Village dalam memberikan pelayanan sosial yang cepat dan tepat sasaran, dan bentuk nyata perhatian pemerintah kepada warga yang memiliki keterbatasan mobilitas. “Kami ingin memastikan setiap warga di Buleleng tetap mendapatkan haknya untuk hidup layak dan bermartabat. Melalui kolaborasi dengan Yayasan Global Village, bantuan kursi roda ini kami harapkan bisa meringankan beban keluarga dan memberikan harapan baru bagi penerima manfaat untuk beraktivitas,” ujar Kadissos. Lebih lanjut, Kadis Kariaman menegaskan, kolaborasi seperti ini akan terus diperluas agar tidak ada warga Buleleng yang luput dari perhatian pemerintah. Perbekel Desa Selat Nyoman Mara, yang turut hadir mendampingi kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan gerak cepat Kadissos P3A Buleleng. “Atas nama Pemerintah Desa Selat, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kadissos P3A Buleleng dan Yayasan Global Village. Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat kami. Kehadiran langsung Kadis ke desa membuat kami semakin yakin bahwa pemerintah benar-benar peduli dengan warganya. Semoga sinergi ini terus berlanjut,” ujar Perbekel Desa Selat. Rasa syukur juga diungkapkan keluarga penerima manfaat. Salah satu anak dari lansia di Desa Selat mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan kursi roda tersebut. “Terima kasih banyak kepada Bapak Kadis dan seluruh jajaran Dinsos P3A, juga Yayasan Global Village. Selama ini orang tua kami hanya bisa di tempat tidur. Sekarang kami jadi lebih mudah merawat dan membawa beliau keluar rumah,” ucapnya haru. Dihari yang sama Kadisos juga menyerahkan bantuan paket sembako kepada Nyoman Nadri (68 thn) asal desa Gerokgak, melalui bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan hidup penerima. Dengan semangat "Hadir Untuk Semesta", Dinsos P3A Buleleng di bawah kepemimpinan Kadis Kariaman berkomitmen untuk terus memantau dan mendampingi para penerima bantuan, ditegaskan melalui asesmen yang dilakukan tim Dinsos P3A menjadi upaya untuk memastikan bantuan tepat sasaran kepada mereka yang benar-benar membutuhkan agar Bantuan yang diberikan dapat digunakan dengan baik dan meningkatkan kualitas hidup penerima. #DinsosHadir_GCT #BulelengPaten #BestieBuleleng
Tanggal Agenda : 10 September 2026
Isi Agenda : Gencarkan Gerakan Peduli Tetangga, 92 Warga di Data Perlinsos #DinsosHadir_GCT Buleleng, 10 September 2026 Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Buleleng terus mempercepat pelaksanaan Perlindungan Sosial (Perlinsos) melalui Digitalisasi Bantuan Sosial (Bansos) sebagai tindak lanjut kegiatan piloting di Kabupaten Buleleng. Pada Kamis (10/9/2026), SDM Dinsos P3A selaku Agen Perlinsos turun langsung melakukan pendataan dan pendaftaran warga di RSUD, Puskesmas 1, Puskesmas 2, Puskesmas 3, Rumah Sakit Kertha Usada, Rumah Sakit Karya Dharma Usada, Desa Depaha, dan Undiksha. Sebanyak 92 warga berhasil didata. Hasil sementara menunjukkan 2 orang berpotensi layak BPNT dan PKH, 22 orang berpotensi layak BPNT namun tidak layak PKH, 64 orang tidak layak BPNT maupun PKH, serta 4 orang masih menunggu hasil. Ketidaklayakan antara lain disebabkan tidak memiliki komponen PKH, desil melebihi ketentuan, memiliki kendaraan roda empat, terdaftar BPJS Ketenagakerjaan, dan berstatus ASN. Kepala Dinas Sosial P3A Provinsi Bali dr. Anak Agung Sagung Mas Dwipayani, M.Kes. menyampaikan bahwa pelaksanaan Perlinsos Digitalisasi Bansos merupakan langkah penting dalam memperkuat akurasi data dan memastikan program bantuan sosial diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan, “Kami berharap melalui Digitalisasi Bansos ini, pendataan masyarakat dapat semakin akurat dan terus diperbarui sesuai kondisi di lapangan. Kolaborasi antara pemerintah provinsi, kabupaten, desa/kelurahan, serta masyarakat sangat penting agar perlindungan sosial dapat berjalan lebih tepat sasaran, transparan, dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat,” ujarnya. Sementara itu, Kepala Dinsos P3A Kabupaten Buleleng, I Putu Kariaman Putra, S.Sos., MM., mengatakan pihaknya akan terus melakukan percepatan melalui pola jemput bola dengan mengoptimalkan Agen Perlinsos, “Kami terus bergerak turun ke lapangan untuk mempercepat pendataan dan memastikan data perlindungan sosial semakin akurat. Dengan Digitalisasi Bansos, kami berharap bantuan sosial dapat diberikan secara lebih tepat sasaran kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” ujarnya Kariaman Ke depan, melalui pelaksanaan Perlinsos Digitalisasi Bansos di Kabupaten Buleleng, diharapkan data masyarakat semakin akurat, transparan, dan selalu diperbarui sesuai kondisi riil di lapangan. Selain itu, kolaborasi antara pemerintah, desa/kelurahan, serta masyarakat diharapkan semakin kuat sehingga program perlindungan sosial dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Hingga 10 September 2026, progres Digitalisasi Bansos Kabupaten Buleleng telah mencapai 174.034 orang atau 64,62 persen dari total sasaran 269.323 KK se-Kabupaten Buleleng. Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Dinsos P3A berkomitmen untuk terus bergerak memperluas cakupan pendataan dan mempercepat terwujudnya Perlinsos yang tepat sasaran, berkeadilan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. #DinsosHadir_GCT #BulelengEraBaru #BulelengPaten #BestieBuleleng
Tanggal Agenda : 09 September 2026
Isi Agenda : Penguatan Informasi Konflik Sosial, Dinsos PPPA Tingkatkan Pengetahuan SDM #Dinsos_Hadir-GCT Singaraja | Rabu, 9 September 2026 Melalui penguatan informasi sesuai tugas pokok fungsi bagi pegawai guna dapat meningkatkan kualitas pelayanan menjadi perhatian utama dalam kegiatan Apel Pagi Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Buleleng pada Rabu (09/9/2026) pagi di halaman Kantor Dinsos PPPA Buleleng Pelaksanaan program “Dinsos PPPA Bicara” yang dikembangkan sebagai ruang berbagi informasi dan pengetahuan bagi seluruh SDM dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi pelayanan kepada warga Pemerlu Atensi Sosial di wilayah Kabupaten Buleleng Kepala Dinas Sosial PPPA Kabupaten Buleleng, I Putu Kariaman Putra, S.Sos., MM, menyampaikan bahwa kegiatan Dinsos PPPA Bicara diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran bersama untuk memperkuat kapasitas SDM dalam memahami berbagai persoalan permasalahan sosial yang berkembang di masyarakat Pada program yang dilaksanakan setiap hari kerja yaitu selasa s/d kamis ini merupakan tahapan untuk memperoleh informasi daripada tugas pokok fungsi disetiap bidang yang ada di Dinas Sosial PPPA Buleleng Pada kali ini pembahasan diarahkan pada penguatan informasi terkait konflik sosial yang disampaikan oleh Made Ria Sumawati selaku SDM pada Sekretariat Dinsos PPPA Kabupaten Buleleng sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman SDM dalam mengenali, menyikapi dan memberikan informasi yang tepat terhadap berbagai kondisi sosial yang berpotensi menimbulkan konflik di tengah masyarakat Melalui materi yang disampaikan, SDM diberikan pemahaman mengenai pentingnya mengenali faktor penyebab konflik sosial, undang-undang yang berlaku, memahami kondisi dan karakteristik permasalahan di lapangan, serta mengedepankan pendekatan yang komunikatif, humanis sesuai dengan ketentuan dalam memberikan pelayanan Penguatan informasi tersebut menjadi penting mengingat SDM Dinsos PPPA memiliki peran dalam memberikan pelayanan dan pendampingan kepada masyarakat Pemerlu Atensi Sosial. Pemahaman yang baik diharapkan dapat mendukung kemampuan SDM dalam menyampaikan informasi secara jelas, tepat dan tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat “Dengan semangat Dinsos PPPA Buleleng, peningkatan kapasitas dan pemahaman SDM akan terus dilakukan sebagai bagian dari komitmen dalam menghadirkan pelayanan publik yang profesional, humanis dan responsif pada kepentingan masyarakat”. ujar Kadis Kariaman Kegiatan Dinsos PPPA Bicara juga menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dan pemahaman bersama antar-SDM, sehingga setiap permasalahan sosial yang dihadapi dapat disikapi secara lebih cermat serta mengedepankan koordinasi dan penyelesaian yang tepat #Dinsos_Hadir-GCT #Bulelengerabaru #BulelengPaten #BestieBuleleng