(0362)21248
dinsospppa@bulelengkab.go.id
Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak
Agenda Dinsospppa
Tanggal Agenda : 17 Juli 2026
Isi Agenda : Studi Tiru Perkuat Program DWP Buleleng dan Malang #DinsosHadir_GCT Malang, 17 Juli 2026 Sebagai upaya memperkuat kualitas program dan mengembangkan inovasi dari Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Buleleng, Dinas Sosial PPPA Kabupaten Buleleng memfasilitasi kegiatan studi tiru ke DWP Kota Malang pada 17 Juli 2026 yang bertempat di Hall B Meeting Mini Block Office, Jl. Majapahit, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur. Kegiatan ini diikuti oleh Ibu Bupati Buleleng, Ibu Wakil Bupati Buleleng, Bapak beserta Ibu Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng, Asisten III, Kepala Dinas Sosial P3A beserta staf serta seluruh anggota DWP Kabupaten Buleleng. Kegiatan diterima langsung oleh Ibu Wakil Wali Kota Malang didampingi Bapak bersama Ibu Sekda Kota Malang beserta anggota DWP Kota Malang. Dalam sambutannya, Ny. Wardhany Sutjidra mengapresiasi peran Dharma Wanita Persatuan yang telah menjalankan berbagai program strategis guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat ketahanan keluarga, dan mendukung keberhasilan pembangunan di Kabupaten Buleleng dan juga Kota Malang. Ibu Bupati Buleleng selaku penasihat DWP Kabupaten Buleleng juga menyampaikan bahwa program-program inovasi dari DWP Kota Malang akan ditiru dan dikembangkan untuk mendorong pengembangan kualitas dari program yang telah dimiliki sebelumnya. Ibu Wakil Wali Kota Malang mengapresiasi kunjungan studi tiru ini dan berharap bahwa kegiatan ini dapat menjadi media pembelajaran bersama untuk saling bertukar informasi, berbagi praktik baik, memperluas wawasan, serta mempererat tali persaudaraan antar organisasi. Ibu Saila El Adzkiya memandang kesempatan ini sebagai momen berharga dimana DWP Kabupaten Buleleng dan Kota Malang dapat saling mengisi dan menguatkan melalui berbagai inovasi yang tercipta sesuai dengan potensi daerahnya masing-masing. Melalui studi tiru ini, DWP Kabupaten Buleleng mendapatkan berbagai inspirasi dalam memperkuat dan mengembangkan inovasi pelaksanaan program guna mendukung pembangunan nasional, melalui peningkatan kualitas sumber daya anggota, penguatan ketahanan keluarga, pemberdayaan ekonomi, pendidikan, serta kegiatan sosial budaya yang berdampak pula untuk masyarakat luas. #DinsosHadir_GCT #Bulelengerabaru #BulelengPaten
Tanggal Agenda : 17 Juli 2026
Isi Agenda : Uji Coba Digitalisasi Bansos Berlanjut Demi Akuratnya Data #DinsosHadir_GCT Singaraja, 17 Juli 2026 Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Buleleng terus melanjutkan Uji Coba Digitalisasi Bantuan Sosial (Bansos) sebagai bagian dari percepatan pemutakhiran data perlindungan sosial, kegiatan kini berlanjut kembali dengan menyasar seluruh kelurahan di Kabupaten Buleleng guna memastikan seluruh masyarakat yang belum terdata dapat terdaftar pada Portal Perlinsos. Pelaksanaan uji coba ini melibatkan SDM Dinsos P3A Kabupaten Buleleng selaku Agen Perlinsos, Pendamping PKH, pemerintah kelurahan, serta berbagai unsur terkait yang secara langsung melakukan pendataan, pengecekan Nomor Induk Kependudukan (NIK), verifikasi data sosial ekonomi, hingga pendaftaran masyarakat ke Portal Perlinsos. Kegiatan ini tidak hanya diperuntukkan bagi masyarakat penerima bantuan sosial, tetapi juga terbuka bagi seluruh warga yang belum pernah melakukan pengecekan data. Melalui Portal Perlinsos, masyarakat dapat mengetahui kondisi data sosial ekonominya sehingga proses penyaluran bantuan sosial ke depan dapat dilaksanakan secara lebih tepat sasaran, transparan, dan akuntabel. Kepala Dinas Sosial P3A Kabupaten Buleleng, I Putu Kariaman Putra, S.Sos., M.M., menyampaikan bahwa uji coba yang terus dilaksanakan merupakan langkah strategis untuk menyempurnakan basis data perlindungan sosial di Kabupaten Buleleng. "Digitalisasi bantuan sosial bukan hanya sekadar proses pendataan, tetapi merupakan upaya menghadirkan data yang valid dan mutakhir. Dengan data yang akurat, program bantuan sosial dapat diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Karena itu kami mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan kesempatan ini dan bersama-sama menyukseskan Portal Perlinsos." Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Buleleng Ketut Ngurah Arya, S.M. mengapresiasi dedikasi seluruh Agen Perlinsos, Pendamping PKH, serta jajaran pemerintah kelurahan yang terus bekerja di lapangan demi menyukseskan program digitalisasi bantuan sosial dengan mengajak seluruh Agen Perlinsos agar tetap menjaga semangat, bekerja dengan penuh integritas, dan mengedepankan ketelitian dalam setiap proses pendataan. Setiap data yang dihimpun menjadi dasar pemerintah dalam menentukan kebijakan bantuan sosial. Pelaksanaan kegiatan menyasar 17 kelurahan di wilayah Kecamatan Buleleng, yaitu Astina, Banyuasri, Banyuning, Beratan, Kaliuntu, Kampung Anyar, Kampung Baru, Kampung Bugis, Kampung Kajanan, Kampung Singaraja, Kendran, Liligundi, Paket Agung, Penarukan, Sukasada, Banjar Bali, dan Banjar Jawa. Pada pelaksanaan hari ini, sebanyak 501 warga berhasil dikunjungi dan didaftarkan ke Portal Perlinsos. Berdasarkan hasil verifikasi awal, 19 orang berpotensi layak menerima Program BPNT dan PKH, 82 orang berpotensi layak menerima BPNT namun tidak memenuhi syarat PKH, 378 orang tidak layak menerima BPNT maupun PKH karena tidak memiliki komponen PKH, berada pada desil di atas ketentuan, memiliki kendaraan roda empat, berstatus peserta BPJS Ketenagakerjaan maupun ASN, sedangkan 22 orang masih menunggu proses verifikasi lebih lanjut. Hingga pelaksanaan hari ini, progres percepatan Digitalisasi Bantuan Sosial di Kabupaten Buleleng telah mencapai 76.388 orang atau 28,36 persen dari total sasaran 269.323 Kepala Keluarga (KK). Melalui pelaksanaan uji coba yang terus berlanjut di seluruh kelurahan di Kabupaten Buleleng, Pemerintah Kabupaten Buleleng optimistis target percepatan Digitalisasi Bansos dapat tercapai. Sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah kelurahan, Agen Perlinsos, Pendamping PKH, dan partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan sistem perlindungan sosial yang lebih modern, akurat, serta mampu memberikan manfaat secara optimal bagi masyarakat Kabupaten Buleleng. #DinsosHadir_GCT #BulelengEraBaru #BulelengPaten #BestieBuleleng
Tanggal Agenda : 16 Juli 2026
Isi Agenda : Grebeg Perlinsos di Kelurahan se Kecamatan Buleleng #DinsosHadir_GCT Singaraja, 16 Juli 2026 Kegiatan ini merupakan tindak lanjut Surat Dinas Sosial P3A Kabupaten Buleleng Nomor P.400.9.1/1852/DinsosP3A/VII/2026 tanggal 14 Juli 2026 tentang Pelaksanaan Digitalisasi Bantuan Sosial. Pelaksanaan di lapangan melibatkan SDM Dinas Sosial P3A Kabupaten Buleleng sebagai Agen Perlinsos bersama Pendamping PKH Kecamatan Buleleng yang melakukan pendataan sekaligus pendaftaran masyarakat ke Portal Perlinsos. Adapun 17 kelurahan yang menjadi lokasi pelaksanaan Grebeg Perlinsos meliputi Kelurahan Astina, Banyuasri, Banyuning, Beratan, Kaliuntu, Kampung Anyar, Kampung Baru, Kampung Bugis, Kampung Kajanan, Kampung Singaraja, Kendran, Liligundi, Paket Agung, Penarukan, Sukasada, Banjar Bali, dan Banjar Jawa. Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, sebanyak 777 warga berhasil didaftarkan dan dilakukan pengecekan melalui Portal Perlinsos. Dari hasil verifikasi awal diperoleh 30 orang berpotensi layak menerima Program BPNT dan PKH, 110 orang berpotensi layak menerima BPNT namun belum memenuhi syarat PKH, 465 orang dinyatakan tidak layak menerima BPNT maupun PKH karena tidak memiliki komponen PKH, berada pada desil di atas ketentuan, memiliki kendaraan roda empat, berstatus peserta BPJS Ketenagakerjaan maupun ASN, serta 172 orang masih menunggu proses verifikasi lebih lanjut. Ketua DPRD Kabupaten Buleleng Ketut Ngurah Arya, S.M. mengapresiasi semangat seluruh Agen Perlinsos, Pendamping PKH, serta semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Grebeg Perlinsos. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar pendataan, tetapi merupakan bentuk pengabdian untuk memastikan setiap warga yang benar-benar membutuhkan memperoleh haknya. Beliau mengajak seluruh Agen Perlinsos agar tetap semangat, teliti, dan bekerja dengan penuh tanggung jawab dalam melakukan pendataan serta verifikasi di lapangan. Dengan data yang akurat dan tepat sasaran, program bantuan sosial akan semakin efektif, transparan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Buleleng. "Mari kita sukseskan Digitalisasi Bantuan Sosial ini dengan kerja sama, komitmen, dan semangat melayani masyarakat," tegasnya. Kegiatan Grebeg Perlinsos ini tidak hanya menyasar masyarakat penerima bantuan sosial, tetapi juga memberikan kesempatan kepada seluruh warga untuk melakukan pengecekan Nomor Induk Kependudukan (NIK) melalui Portal Perlinsos sebagai dasar pemutakhiran data sosial ekonomi. Dengan data yang semakin akurat, penyaluran bantuan sosial diharapkan menjadi lebih tepat sasaran, transparan, dan akuntabel. Kepala Dinas Sosial P3A Kabupaten Buleleng, I Putu Kariaman Putra, S.Sos., M.M., menyampaikan bahwa Grebeg Perlinsos merupakan langkah nyata Pemerintah Kabupaten Buleleng dalam mendukung transformasi digital pelayanan perlindungan sosial. Digitalisasi bantuan sosial bertujuan menghadirkan data yang valid dan mutakhir sehingga setiap program bantuan dapat disalurkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Karena itu kami mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan Portal Perlinsos dan berpartisipasi aktif dalam pemutakhiran data. Hingga 16 Juli 2026, progres percepatan Digitalisasi Bantuan Sosial di Kabupaten Buleleng telah mencapai 66.288 orang atau 24,61 persen dari total sasaran 269.323 Kepala Keluarga (KK). Pemerintah Kabupaten Buleleng optimistis, melalui pelaksanaan Grebeg Perlinsos secara berkelanjutan di seluruh desa dan kelurahan, target percepatan digitalisasi bantuan sosial dapat tercapai sehingga pelayanan perlindungan sosial kepada masyarakat semakin cepat, tepat sasaran, dan berkeadilan. #DinsosHadir_GCT #BulelengEraBaru #BulelengPaten #BestieBuleleng
Tanggal Agenda : 15 Juli 2026
Isi Agenda : Grebeg Perlinsos Berlanjut Di Kecamatan Sukasada #DinsosHadir_GCT Singaraja, 14 Juli 2026 Kepala Dinas Sosial P3A Kabupaten Buleleng, I Putu Kariaman Putra, S.Sos., M.M., terus mempercepat pelaksanaan Grebeg Perlinsos sebagai bagian dari Uji Coba Piloting Digitalisasi Bantuan Sosial di Kabupaten Buleleng. Kali ini, kegiatan dipusatkan di Kecamatan Sukasada pada Selasa, 14 Juli 2026. Dalam arahannya, Kepala Dinas Sosial P3A Kabupaten Buleleng menegaskan bahwa percepatan digitalisasi bantuan sosial merupakan langkah strategis dalam membangun sistem perlindungan sosial yang lebih transparan, akuntabel, dan berbasis data. Menurutnya, validitas data menjadi kunci utama agar seluruh program bantuan sosial dari pemerintah dapat diterima oleh masyarakat yang benar-benar memenuhi kriteria. Oleh karena itu, keterlibatan aktif pemerintah desa, Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Agen Perlinsos, serta masyarakat menjadi faktor penting dalam menyukseskan program ini. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut Surat Dinas Sosial P3A Kabupaten Buleleng Nomor P.400.9.1/1811/DinsosP3A/VII/2026 tanggal 8 Juli 2026 tentang Uji Coba Piloting Digitalisasi Bantuan Sosial. Pelaksanaan Grebeg Perlinsos dilaksanakan di 14 desa/kelurahan, yaitu Desa Ambengan, Gitgit, Kayuputih, Padangbulia, Panji, Panji Anom, Pegayaman, Selat, Silangjana, Sambangan, Tegallinggah, Wanagiri, Pancasari, dan Kelurahan Sukasada. Namun, Desa Sambangan tidak mengikuti pelaksanaan kegiatan karena bertepatan dengan kegiatan keagamaan di desa tersebut. Seluruh proses pendataan didukung oleh SDM Dinas Sosial P3A Kabupaten Buleleng selaku Agen Perlinsos bersama Pendamping PKH Kecamatan Sukasada. Antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi. Sebanyak 2.851 warga hadir, dikunjungi, dan berhasil didaftarkan dalam proses percepatan digitalisasi bantuan sosial. Hasil verifikasi sementara menunjukkan 714 orang berpotensi layak menerima Program BPNT dan PKH, 590 orang berpotensi layak menerima BPNT namun tidak layak PKH, 688 orang dinyatakan tidak layak menerima BPNT maupun PKH karena tidak memiliki komponen PKH, berada pada desil di atas ketentuan, memiliki kendaraan roda empat, maupun terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Sementara itu, 859 orang masih menunggu proses verifikasi lanjutan sebelum penetapan status kelayakan. Seluruh Perbekel dan Lurah se-Kecamatan Sukasada, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Dinas Sosial P3A Kabupaten Buleleng atas pelaksanaan Gerebeg Perlinsos yang telah memberikan pendampingan langsung kepada masyarakat dalam proses pemutakhiran data kesejahteraan sosial. Para Perbekel dan Lurah berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan hingga menjangkau seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Buleleng. Mereka juga menyatakan komitmennya untuk terus mendukung proses digitalisasi bantuan sosial melalui keterlibatan aktif pemerintah desa, sehingga data masyarakat semakin valid dan penyaluran bantuan sosial dapat dilakukan secara tepat sasaran. Progres percepatan Perlinsos Digitalisasi Bantuan Sosial di Kabupaten Buleleng telah mencapai 39.912 warga yang berhasil didaftarkan, atau 14,82 persen dari total sasaran 269.323 Kepala Keluarga (KK) di seluruh Kabupaten Buleleng. Capaian tersebut menunjukkan komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Buleleng bersama seluruh pemangku kepentingan dalam mempercepat transformasi digital di bidang perlindungan sosial. Melalui pelaksanaan Grebeg Perlinsos yang terus berlanjut di setiap kecamatan, Dinas Sosial P3A Kabupaten Buleleng optimistis target pemutakhiran data kesejahteraan sosial dapat tercapai sesuai jadwal. Dengan data yang semakin akurat, diharapkan seluruh program bantuan sosial ke depan dapat disalurkan secara lebih tepat sasaran, transparan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Buleleng. #DinsosHadir_GCT #BulelengEraBaru #BulelengPaten #BestieBuleleng
Tanggal Agenda : 14 Juli 2026
Isi Agenda : Grebeg Perlinsos Di Kecamatan Banjar DinsosHadir_GCT Singaraja, 15 Juli 2026 Kepala Dinas Sosial P3A Kabupaten Buleleng, I Putu Kariaman Putra, S.Sos., M.M., terus mengawal pelaksanaan Grebeg Perlinsos sebagai bagian dari percepatan Digitalisasi Bantuan Sosial di Kabupaten Buleleng. Setelah menyasar sejumlah kecamatan, kegiatan kini berlanjut di Desa se-Kecamatan Banjar sebagai upaya mempercepat pemutakhiran data kesejahteraan sosial melalui verifikasi dan validasi data masyarakat secara langsung di lapangan. Pelaksanaan Grebeg Perlinsos di Kecamatan Banjar melibatkan pemerintah desa, Pendamping PKH, SDM Dinas Sosial selaku Agen Perlinsos, serta berbagai unsur terkait yang secara bersama-sama memberikan pelayanan kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pengecekan, pemutakhiran, dan verifikasi data sehingga informasi yang tersimpan dalam sistem benar-benar sesuai dengan kondisi riil di lapangan. Mewakili pemerintah desa di Kecamatan Banjar, para Perbekel menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Dinas Sosial P3A Kabupaten Buleleng atas pelaksanaan Grebeg Perlinsos yang dinilai sangat membantu desa dalam memperoleh data masyarakat yang lebih valid dan akurat. Para Perbekel berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga proses penyaluran bantuan sosial ke depan semakin tepat sasaran dan mampu menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan Gerebeg Perlinsos yang terus digencarkan oleh Dinas Sosial P3A Kabupaten Buleleng. Menurutnya, percepatan digitalisasi bantuan sosial merupakan langkah strategis Pemerintah Kabupaten Buleleng dalam mewujudkan tata kelola perlindungan sosial yang lebih akurat, transparan, dan tepat sasaran. "Saya mengapresiasi kerja keras seluruh jajaran Dinas Sosial P3A, pemerintah desa, pendamping PKH, Agen Perlinsos, serta seluruh pihak yang telah bersinergi menyukseskan Gerebeg Perlinsos. Melalui pemutakhiran data secara langsung di lapangan, kita berharap tidak ada lagi masyarakat yang berhak namun belum terdata, sehingga seluruh program bantuan sosial benar-benar dapat diterima oleh warga yang membutuhkan. Mari kita jaga semangat kolaborasi ini demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Buleleng," ujar Wakil Bupati Buleleng. Antusiasme masyarakat dalam mengikuti kegiatan ini sangat tinggi. Sebanyak 2.851 warga hadir, dikunjungi, dan berhasil didaftarkan dalam proses percepatan digitalisasi bantuan sosial. Berdasarkan hasil verifikasi sementara, 714 orang berpotensi layak menerima Program BPNT dan PKH, 590 orang berpotensi layak menerima BPNT namun tidak layak PKH, 688 orang dinyatakan tidak layak menerima BPNT maupun PKH karena tidak memiliki komponen PKH, berada pada desil di atas ketentuan, memiliki kendaraan roda empat, maupun terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, sedangkan 859 orang masih menunggu proses verifikasi lanjutan. Adapun progres percepatan Perlinsos Digitalisasi Bantuan Sosial per hari ini sejumlah 39.912 orang atau 14,82 % dari cakupan sasaran 269.323 KK se Kabupaten Buleleng Salah seorang warga yang mengikuti proses registrasi juga menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia berharap program Grebeg Perlinsos terus dilaksanakan karena memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memastikan data mereka sudah benar, sehingga apabila memenuhi persyaratan dapat memperoleh bantuan sosial sesuai ketentuan yang berlaku. Pelaksanaan Grebeg Perlinsos dilaksanakan di 17 desa di Kecamatan Banjar, yaitu Desa Banjar, Banjar Tegeha, Banyuseri, Cempaga, Dencarik, Gesing, Gobleg, Kaliasem, Kayuputih, Munduk, Pedawa, Sidetapa, Tampekan, Tigawasa, Tirtasari, Temukus, dan Desa Banyuatis. Dengan sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, pendamping sosial, Agen Perlinsos, dan masyarakat, diharapkan terwujud data kesejahteraan sosial yang semakin berkualitas sebagai dasar penyaluran bantuan sosial yang adil, transparan, dan tepat sasaran bagi seluruh masyarakat Kabupaten Buleleng.
Tanggal Agenda : 14 Juli 2026
Isi Agenda : Buleleng Percepat Digitalisasi Bansos #DinsosHadir_GCT Singaraja, 14 Juli 2026 Pemerintah Kabupaten Buleleng terus menunjukkan komitmennya dalam mempercepat transformasi pelayanan publik melalui digitalisasi bantuan sosial. Menindaklanjuti Surat Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng Nomor P.400.9.1/1879/DinsosP3A/VII/2026 tentang Percepatan Digitalisasi Bansos, dilaksanakan Zoom Meeting Percepatan Perluasan Digitalisasi Bantuan Sosial yang diikuti oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para Kepala Bagian di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Buleleng, serta seluruh Camat se-Kabupaten Buleleng. Kegiatan dibuka secara langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng, Drs. Gede Suyasa, M.Pd., didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Buleleng Putu Ariadi Pribadi, S.Stp, M.A.P. , Kepala Dinas Sosial P3A Kabupaten Buleleng I Putu Kariaman Putra, S.Sos., M.M., Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Made Juartawan, S.STP, MM, serta Kepala Bidang Perlindungan, Jaminan Sosial dan Penanganan Bencana (Linjamsos) Dinas Sosial P3A Kabupaten Buleleng, Yayan Sutrisna, S.Sos. Dalam arahannya, Sekretaris Daerah Drs. Gede Suyasa, M. Pd, menegaskan bahwa percepatan digitalisasi bantuan sosial merupakan program strategis yang memerlukan dukungan penuh dari seluruh perangkat daerah. Menurutnya, keberhasilan digitalisasi tidak hanya bergantung pada Dinas Sosial, melainkan membutuhkan sinergi lintas sektor agar data sosial masyarakat menjadi semakin akurat, terpadu, dan mampu mendukung penyaluran bantuan sosial yang tepat sasaran. Sekda juga menekankan pentingnya kolaborasi seluruh OPD, kecamatan, pemerintah desa dan kelurahan, serta Disdukcapil dalam mempercepat pemutakhiran data masyarakat melalui Portal Perlinsos. Dengan data yang valid dan terintegrasi, Pemerintah Kabupaten Buleleng diharapkan mampu menghadirkan sistem perlindungan sosial yang lebih efektif, transparan, dan berkeadilan. Pada kesempatan tersebut, Dinas Sosial P3A Kabupaten Buleleng memaparkan perkembangan pelaksanaan Piloting Digitalisasi Bantuan Sosial yang telah dilaksanakan melalui kegiatan Grebeg Perlinsos di sejumlah kecamatan. Disampaikan bahwa sasaran digitalisasi bukan hanya masyarakat penerima bantuan sosial, tetapi seluruh warga Kabupaten Buleleng dapat melakukan pengecekan Nomor Induk Kependudukan (NIK) melalui Portal Perlinsos sebagai upaya pemutakhiran data sosial secara menyeluruh. Melalui forum ini, seluruh peserta juga mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab yang membahas berbagai kendala serta langkah-langkah percepatan pelaksanaan digitalisasi bantuan sosial di lapangan. Berbagai masukan dari OPD dan para camat menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat koordinasi dan menyamakan langkah dalam menyukseskan program tersebut. Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Kabupaten Buleleng berharap seluruh perangkat daerah dapat semakin memperkuat komitmen dan kolaborasi dalam mendukung percepatan digitalisasi bantuan sosial. Dengan kerja sama yang solid, Buleleng optimis mampu mewujudkan basis data sosial yang lebih akurat, terpadu, dan menjadi fondasi utama dalam memberikan pelayanan perlindungan sosial yang tepat sasaran bagi seluruh masyarakat. #DinsosHadir_GCT #BulelengEraBaru #BulelengPaten #BestieBuleleng
Tanggal Agenda : 13 Juli 2026
Isi Agenda : GREBEG PERLINSOS DI KECAMATAN BUSUNGBIU #DinsosHadir_GCT Singaraja, 13 Juli 2026 Kepala Dinas Sosial P3A Kabupaten Buleleng, I Putu Kariaman Putra, S.Sos., M.M., didampingi Kepala Bidang Perlindungan, Jaminan Sosial, dan Penanganan Fakir Miskin Yayan Sutrisna, S.Sos., meninjau secara langsung pelaksanaan Grebeg Perlinsos dalam rangka Uji Coba Piloting Digitalisasi Bantuan Sosial di Kecamatan Busungbiu pada Senin, 13 Juli 2026. Peninjauan dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan registrasi, verifikasi, dan validasi data masyarakat berjalan dengan baik sebagai bagian dari upaya mewujudkan penyaluran bantuan sosial yang semakin tepat sasaran. Dalam arahannya kepada seluruh petugas, Kepala Dinas Sosial P3A Kabupaten Buleleng I Putu Kariaman Putra, S. Sos. MM, menyampaikan bahwa digitalisasi bantuan sosial merupakan langkah strategis untuk menghasilkan data kesejahteraan sosial yang lebih akurat, mutakhir, dan terintegrasi. Beliau menegaskan bahwa keberhasilan program ini memerlukan dukungan dan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah desa, Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Pendamping Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) Desa, Agen Perlinsos, hingga masyarakat yang menjadi sasaran pendataan. Selama peninjauan, I Putu Kariaman Putra mengunjungi beberapa lokasi pelaksanaan di desa-desa wilayah Kecamatan Busungbiu. Beliau berdialog dengan aparatur desa, para pendamping sosial, Agen Perlinsos, serta masyarakat yang mengikuti proses registrasi. Selain memastikan pelayanan berjalan lancar, peninjauan tersebut juga dimanfaatkan untuk menyerap berbagai masukan dari petugas lapangan guna penyempurnaan pelaksanaan digitalisasi bantuan sosial ke depannya. Pelaksanaan kegiatan merupakan tindak lanjut Surat Dinas Sosial P3A Kabupaten Buleleng Nomor P.400.9.1/1811/DinsosP3A/VII/2026 tanggal 8 Juli 2026 tentang Uji Coba Piloting Digitalisasi Bantuan Sosial. Uji coba dilaksanakan di 15 desa di wilayah Kecamatan Busungbiu dengan melibatkan seluruh unsur pemerintah desa, Pendamping PKH, Pendamping PPKS Desa, Agen Perlinsos, serta jajaran Dinas Sosial P3A Kabupaten Buleleng. Antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi. Sebanyak 1.788 warga hadir, dikunjungi, dan berhasil didaftarkan dalam proses digitalisasi bantuan sosial. Seluruh proses pendataan dilakukan melalui verifikasi dan validasi data secara langsung guna memperoleh data yang sesuai dengan kondisi riil masyarakat. Berdasarkan hasil sementara pelaksanaan kegiatan, sebanyak 504 orang berpotensi layak menerima Program BPNT dan PKH, 338 orang berpotensi layak menerima BPNT namun tidak layak PKH, 741 orang dinyatakan tidak layak menerima BPNT maupun PKH karena tidak memiliki komponen PKH, berada pada desil di atas ketentuan, memiliki kendaraan roda empat, maupun terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Sementara itu, 205 orang masih menunggu proses verifikasi lanjutan sebelum ditetapkan status kelayakannya. Seluruh Perbekel di Kecamatan Busungbiu, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Dinas Sosial P3A Kabupaten Buleleng atas pelaksanaan Gerebeg Perlinsos yang telah memberikan pendampingan langsung kepada masyarakat dalam proses pemutakhiran data kesejahteraan sosial. Para Perbekel berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya menciptakan data penerima bantuan sosial yang semakin valid dan akurat. Pemerintah desa juga menyatakan komitmennya untuk terus bersinergi dengan Dinas Sosial P3A Kabupaten Buleleng dalam mendukung digitalisasi perlindungan sosial demi meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Melalui pelaksanaan Gerebeg Perlinsos di Kecamatan Busungbiu, Dinas Sosial P3A Kabupaten Buleleng kembali menegaskan komitmennya untuk memperkuat sistem perlindungan sosial berbasis digital yang transparan, akuntabel, dan tepat sasaran. Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, diharapkan transformasi digital ini mampu menghadirkan pelayanan sosial yang semakin efektif serta memastikan bantuan sosial benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak. #DinsosHadir_GCT #BulelengEraBaru #BulelengPaten #BestieBuleleng
Tanggal Agenda : 13 Juli 2026
Isi Agenda : Perkuat Sinergi Lintas Sektor dalam Percepatan Digitalisasi Bantuan Sosial #DinsosHadir_GCT Singaraja, 13 Juli 2026 Dalam rangka mempercepat implementasi Program Digitalisasi Bantuan Sosial (Bansos) di Kabupaten Buleleng, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Buleleng menggelar Rapat Percepatan Digitalisasi Bantuan Sosial secara daring melalui Zoom Meeting pada Senin (13/7/2026). Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Sosial P3A Kabupaten Buleleng, I Putu Kariaman Putra, S.Sos., M.M., didampingi Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos), Yayan Sutrisna, S.Sos., beserta staf yang membidangi pelaksanaan digitalisasi bantuan sosial. Rapat diikuti oleh seluruh Perbekel/Lurah se-Kabupaten Buleleng, serta melibatkan lintas sektor, yakni Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng beserta koordinator wilayah kecamatan, guru dan tenaga pendidik, serta Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng yang menghadirkan kepala rumah sakit, kepala puskesmas, dan tenaga kesehatan. Pelibatan berbagai unsur ini merupakan bentuk sinergi dalam mendukung percepatan pendataan dan implementasi program digitalisasi bantuan sosial di Kabupaten Buleleng. Dalam sambutannya, Kepala Dinas Sosial P3A Kabupaten Buleleng menyampaikan bahwa digitalisasi bantuan sosial merupakan langkah strategis untuk mewujudkan sistem perlindungan sosial yang lebih modern, akurat, transparan, dan tepat sasaran. Keberhasilan program ini membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah desa dan kelurahan, hingga sektor pendidikan dan kesehatan yang memiliki peran penting dalam memberikan informasi serta pendampingan kepada masyarakat. Dalam arahannya, Kepala Dinas Sosial P3A Kabupaten Buleleng I Putu Kariaman Putra, S. Sos. MM, menegaskan bahwa sasaran Program Digitalisasi Bantuan Sosial bukan hanya masyarakat penerima bantuan sosial (KPM), melainkan seluruh masyarakat Kabupaten Buleleng. Setiap warga didorong untuk didaftarkan ke Portal Perlinsos guna dilakukan pengecekan Nomor Induk Kependudukan (NIK), sehingga seluruh masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk mengetahui status kelayakan terhadap program perlindungan sosial berdasarkan data yang valid dan terintegrasi. Lebih lanjut disampaikan bahwa Agen Perlinsos dapat melakukan pendaftaran masyarakat di luar jam kerja sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat. Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi, diharapkan seluruh warga Kabupaten Buleleng dapat segera terdaftar pada Portal Perlinsos sehingga proses validasi data sosial dapat diselesaikan lebih cepat. Pada kesempatan tersebut juga disampaikan evaluasi pelaksanaan uji coba digitalisasi bansos yang telah dilaksanakan di sejumlah kecamatan, sekaligus membahas strategi percepatan pelaksanaan di seluruh wilayah Kabupaten Buleleng. Kepala Bidang Linjamsos bersama tim memberikan penjelasan mengenai tahapan pelaksanaan, mekanisme pendampingan masyarakat, serta langkah-langkah yang perlu dilakukan oleh setiap instansi agar proses pendataan berjalan optimal. Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab secara interaktif melalui Zoom Meeting. Para peserta dari pemerintah desa dan kelurahan, sektor pendidikan, serta sektor kesehatan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai pertanyaan, kendala, dan masukan terkait pelaksanaan pendataan di lapangan. Seluruh pertanyaan dijawab secara langsung oleh Kepala Dinas, Kepala Bidang Linjamsos, dan tim teknis, sehingga diharapkan terdapat kesamaan pemahaman dalam pelaksanaan Program Digitalisasi Bantuan Sosial di seluruh wilayah Kabupaten Buleleng. Pada akhir rapat, Kepala Dinas kembali menegaskan bahwa setiap kegiatan Digitalisasi Perlinsos yang dilaksanakan di lapangan wajib didokumentasikan dan dilaporkan hasilnya secara berkala sebagai bahan monitoring dan evaluasi. Laporan tersebut menjadi dasar untuk mengukur capaian setiap desa, kelurahan, maupun instansi yang terlibat, sehingga target percepatan digitalisasi bantuan sosial dapat tercapai sesuai rencana. Melalui sinergi pemerintah daerah, pemerintah desa dan kelurahan, sektor pendidikan, sektor kesehatan, serta Agen Perlinsos, Pemerintah Kabupaten Buleleng optimistis Program Digitalisasi Bantuan Sosial dapat berjalan lebih cepat, tepat sasaran, transparan, dan akuntabel, sehingga mampu memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi seluruh masyarakat Kabupaten Buleleng. #DinsosHadir_GCT #BulelengEraBaru #BulelengPaten #BestieBuleleng